Arsip untuk curhat

Dari Sabang sampai Merauke…

Masih inget dong lagunya Dari Sabang sampai Merauke…so pasti itu…

Ini bukan untuk melecehkan penciptanya dan lebih-lebih bukan pula untuk melecehkan negeri tercinta ini lho…

Begini liriknya :

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau…
Sambung menyambung menjadi satu itulah INDOMARET..
INDOMARET tanah air ku, aku berjanji padamu
menjunjung tanah air ku, tanah air ku INDOMARET..

“Lho, Digi kok nyanyinya gitu? bukan INDOMARET sayang..tapi INDONESIA.”

“INDOMARET mama..bukan INDONESIA…” kilah Digi sambil mulutnya kayak cumi-cumi.

Segala daya upaya telah gw tempuh untuk meluruskan lirik lagu itu, apa daya anak gw yang koleris-sanguinis seakan ga denger kata-kata mamanya, walhasil mamanya yang sanguinis-plegmatis ini cm bisa mengurut dada..dasar anak kecil!

Komentar (12) »

Bermula dari Film Ayat-Ayat Cinta……

Akhirnya bisa ngeblog jg setelah sekian lama disibukkan dengan pekerjaannnnn…….
Kayaknya ngeblog tema film Ayat-ayat Cinta dah basi kali ya..hihiii… tapi suka-suka ah..

Jadi, Senin kemarin akhirnya gw ma suami bisa ke bioskop juga, setelah beberapa minggu kita rescedule terus acara nonton di bioskop. Alasannya karena macam-macam deh..gw pulang telat, gantian suami yang pulang telat, Digi ingin dijemput, gw sempet sakit segala, suasana hati yang tidak mendukung lha..pokonya mo nonton aja ampe repot.
Tapi emang ada unsur kesengajaannya juga nonton AAC ini pas orang-orang udah kehilangan momennya. disamping ga mau ngantri, ingin denger kesan dan pesan para penontonnya dulu termasuk pak Presiden SBY..yang kayaknya seneng kali ya  karena ada fotonya terpampang di salah satu adegan..hihi, juga karena gw ingin baca novelnya dulu.

Mulanya sih suami ngasih pendapat untuk ga baca novelnya dulu dengan alasan nanti ga seru pas nontonnya karena udah tau ceritanya, ga objektif lah dalam menilai filmnya, dsb. Secara gw sendiri punya pendapat bahwa dengan baca novelnya kita jadi tahu kualitas film tersebut karena ini adalah novel yang di-film-kan bukan film-yang dinovelkan sok bener. Tapi suami tetep ngotot jangan baca novelnya dahulu karena sensasi filmnya bisa jadi hilang dan kita jadi seperti di-guide ketika mengikuti alur ceritanya. Tapi akhirnya suami baca novelnya juga deh dengan alasan “nontonnya direschedule mulu seh” hihiii.

Dan emang bener sih, ketika selesai nonton suami sedikit kecewa karena film tsb ada yang melenceng dari novelnya. Dia mengeluh “andai ga baca dulu novelnya pasti deh ga tahu bahwa filmnya ada yang melenceng dan bener2 menikmati tuh film…” hehehe kasian. Sedangkan gw sih asik-asik aja soalnya sebenarnya alasan utama gw baca novelnya dulu tuh lebih dikarenakan gw ga mau nangis..hehe…meskipun akhirnya agak terharu juga ketika adegan Aisha meminta Fahri untuk menikahi Maria dan ketika Madam Nahed (Ibu Maria) mencium tangan Aisha sebagai tanda terima kasih dan dukungan musiknya. Sedangkan yang lainnya sih biasa aja, apalagi pemeran pembantunya kok pada kaku-kaku..hihi..ini menurut gw lho.

Terinspirasi dari adegan film tsb yang menceritakan beberapa perempuan yang patah hati akibat cinta menjadi bahan diskusi deh saat perjalanan pulang. Dan dari situ kami jadi inget, masa-masa naksir seseorang, masa-masa penolakan juga, masa ketika IPK jatuh hanya karena patah hati… masa-masa bersama tanpa komitmen untuk pacaran sampai akhirnya memutuskan untuk pacaran dan menikah setelah 6 tahun pacaran..hihii..emang bukan waktu yang sebentar tapi buat kami sangat cukup untuk memutuskan menikah.

Terkadang nonton film-film kayak ginian emang memberikan penyegaran juga..secara personal gw jadi tambah bersyukur bahwa gw telah mendapatkan cintanya suami, meskipun perjalanannya ga gampang tapi mengandung hikmah. Biasanya, apapun itu, semakin kita sukar mendapatkan, kita akan semakin menghargai keberadaannya, bukankah begitu?? :D

Dan ada beberapa pertanyaan yang masih melekat dibenak ini :
• Ada ga sih cowok yang bener-bener kayak Fahri?? :D
• Emang cuma perempuan aja ya kalau kena penyakit cinta dan patah hati pastinya akan seperti itu (Maria yang merana, Nurul yang mencoba tegar dan Noura yang nekat)? Kalau lelaki gimana?
• Apakah pemberian ijin seorang istri untuk dipoligami oleh suaminya benar-benar keluar dari lubuk hati yang paling dalam si istri tersebut? Jujur deh kalau gw sebelum nonton udah wanti-wanti kalau Poligami??No way man… :D
• Buat para laki-laki nih, emang berpoligami itu enak bukan?? Pertanyaan stupid yach…
• Pertanyaan terakhir, di film itu paling enak menjadi peran siapa yach ?? lho kok pertanyaannya kayak gini….

Mungkin itu aja deh, mudah-mudahan film AAC menjadi pembelajaran buat yang nonton dan yang baca novelnya.. hehe..

Komentar (9) »

Let’s speak up, Ladies!

Dari dulu perempuan Indonesia pencaya bahwa untuk menjadi sosok perempuan yang baik berarti ia harus bertindak submisif, melayani dan berdiri dibelakang pasangannya selaku pemimpin dalam keluarga. Dan surprise-nya, mereka senang melakukan hal itu karena selain karena tuntuan sosial, juga ingin menyenangkan pasangannya.

Namun, perkembangan jaman tidak bisa dielakkan. Seiring dengan perkembangan itu, peran perempuan indonesia menjadi berubah. Perempuan Indonesia menjadi lebih mandiri dan memiliki lebih banyak alternatif untuk lebih berani memulai perubahan dalam hidup dan hubungannya bersama pasangan ke arah yang lebih positif. Perempuan Indonesia juga menjadi ingin lebih diapresiasi sebagai individu, tidak hanya sekedar melayani namun juga merambah peran berbagi. Dari semula yang hanya mengandalkan persetujuan suami meningkat menjadi persetujuan bersama, atau dari sekedar menjadi ibu kini menjadi sosok yang lebih mandiri dan punya jati diri, yaitu perempuan.

Seiring dengan kesempatan yang luas untuk mendapatkan pendidikan tinggi, Perempuan Indonesia menjadi lebih memiliki bargaining position yang hampir sama dengan kaum lelaki didunia pekerjaan. Baik dari posisi di kantor juga dari sisi penghasilan yang didapat. Jadi sepertinya sudah layak jika perempuan kini lebih dihargai dan diakui keberadaannya sebagai individu, bukan hanya sebagai istri atau Ibu.

Bentuk penghargaan tersebut salah satunya dengan memberikan kesempatan perempuan untuk memulai berkomunikasi dengan pasangan demi menjadikan hubungan lebih berkualitas. Terkadang memang lebih sulit bagi perempuan untuk berkomunikasi dengan pasangan dibandingkan dengan oranglain. Namun hal ini harus dihilangkan, justru dengan pasanganlah perempuan seharusnya dapat lebih nyaman mengekspresikan diri. Jika kecanggungan, rasa tidak enak terhadap pasangan hilang, biasanya akan menghindarkan pencarian orang lain untuk mendengarkan keluh kesah kita.

Sepertinya, untuk memecah kebuntuan komunikasi dengan pasangan, sebaiknya masing-masing berusaha untuk berlatih mengungkapkan segala perasaan, keinginan, dan ketidaknyamanan pada pasangan. Bila masih ragu atau malah takut, sepertinya dengan menulis surat juga menjadi solusinya. Yah, anggaplah seperti surat cinta ketika pacaran dulu. Atau dengan berkirim email dan sms bisa jadi mediasi juga. Atau dengan mempunyai blog mungkin ya…bisa jadi ajang berlatih mengekspresikan diri :D

Komentar (18) »

Ke Dokter Gigi, Takut…

Pernah ngalamin sakit gigi? wuihhh..ga mau lagi dan jangan sampe kejadian lagi deh.
Seperti lirik lagu “Lebih baik sakit Hati, dari pada sakit gigi ini….biarlah mengapa….” hehehe kebalik yach?
Klo udah sakit gigi baru deh inget klo kita harus ke dokter gigi, cuma kadang klo ke dokter gigi bisa mikirnya berkali-kali dibandingkan ke dokter lainnya. Takut!

Berhubung suami lg bermasalah dgn giginya, dan ga mau ke dokter gigi, katanya sih males pergi ke sana.. (males apa takut..hehe) jadi keingetan deh untuk nyari tips ga takut ke dokter gigi.

Berdasarkan apa yang gw baca, merasakan ketakutan menghadapi dokter gigi kayaknya merupakan sesuatu yang umum, cuma kebanyakan rasa takut itu katanya tidak berdasar, walaupun tidak selalu tanpa rasa sakit, bukan alasan untuk menjadi panik.. (halah).

Nah, apabila kita menjadi panik, ada tips yang bisa menenangkan diri ketika ke dokter gigi :

Buka mulut sebelum disuruh membuka lebar-lebar. Apabila takut dengan bor, tidak usah malu. Seorang dokter gigi yang baik memahami perasaan dan pikiran sang pasien. Jangan ragu untuk mencari dokter gigi yang cocok.

Minta demo. Minta kepada dokter gigi untuk menerangkan prosedur yang belum kita ketahui langkah demi langkah dan minta ia menunjukkan cara menggunakan peralatannya. Tanyakan apa yang akan dirasakan ketika prosedur itu dijalankan.

Beritahukan isyarat yang akan kita berikan. Minta kepada dokter untuk memberitahu setiap kali ia akan menekan atau menusuk, sehingga kita sempat menyiapkan diri, dan sepakati isyarat yang akan kita berikan ketika kita ingin istirahat atau berkumur dulu.

Gunakan teknik relaksasi. Cobalah bernapas dalam-dalam, konsentrasi pada pengalaman yang menyenangkan, misalnya saat berlibur di pantai atau mendengarkan musik kesukaan melalui headset untuk menenangkan.

Minta pereda nyeri lebih banyak. Apabila membutuhkan asestesi ekstra, jangan ragu untuk memintanya. Orang jarang sampai harus diberi obat penenang, tetapi dokter bisa menyediakannya apabila kita membutuhkan.

Cari pertolongan dari profesional. Apabila rasa takut kita sangat mengganggu, cari informasi tentang klinik dental phobia. Atau minta kepada dokter gigi untuk merujuk kita ke seorang psikolog yang akrab dengan masalah dental phobia.

Punya tips yang lebih jitu…?

Komentar (18) »

Cewek Logika Vs Cewek Matematis

Wah, kayaknya udah lama juga nih ga nulis. Maunya sih kemarin-kemarin nulis sesuatu tp apa daya kerjaan numpuk banget. Secara di kantor gw ada pergantian Direksi dan walhasil sekarang gw harus nyamain gaya kerjanya tuh direksi baru :(
Tapi bukan soal kerjaan sih yg mo gw ceritain.. :D

Kemarin, pas gw pulang, gw ketemu ama teman. Udah ngalor-ngidul cerita, entah dari mana awalnya, temen gw itu cerita tentang cewek logika dan cewek matematis yang berteman akrab.
Ceritanya gini :

Cewek Matematis (M) ; Cewek Logika (L)
Mereka berdua sedang jalan bareng di jalan yang sepi dan mereka merasa ada laki-laki yang sedang mengikuti mereka.
M : “kayaknya ada cowo yang ngikutin kita deh, waduh melihat jaraknya yang tinggal 50 meter lagi, pasti kita ketangkap deh” (*cemas)
L : “ah ga mungkin, secara logika, kita kan di depan dia, jadi pasti kita duluan yang nyampe” (*optimis)
M : “Tapi, 10 langkah saja kita didepannya, si cowo pasti sudah bisa menangkap kita. gimana dong?” (*cemas) Baca entri selengkapnya »

Komentar (12) »

Kangen…

Kayaknya posting gw dari kemaren soal Digi mulu.
Yup, karena saat ini yang ada dipikiran gw cuma ingin peluk, cium, mandiin, nyuapin, main bareng, kadang marahin Digi juga..hehe. Maklum kebiasaan emak-emak yang ga afdol kalau ga pake marah-marah hehe. Nglarang makan es krim terlalu banyak, nglarang jajan makanan yang aneh-aneh, sepertinya dah bikin panas kuping Digi semenjak mamanya di rumah karena cuti bersama :D.

Apalagi sekarang Digi lg di rumah umi, maklum pembantu lg pulang kampung dan naga-naganya sih ga balik lagi. Sementara gw ungsiin digi dan pengasuhnya di rumah Ibu gw. Terulang lagi deh..again..again..again..nyebelin banget nih masalah ma pembantu. Kembali teraniaya nih gw, meskipun segala cara dah ditempuh biar tuh pembantu betah tp tetep aja klo dah waktunya mereka pulang kampung suka ga balik lagi..nasib.

Btw, Apakah semua working mom memiliki perasaan yang sama seperti gw? males mulai kerja setelah akhir-akhir ini sering cuti bersama? maunya menghabiskan waktu dengan anak yang terkadang bikin pusing karena sedikit saja kita hilang dari mata dia, dia sudah jerit-jerit mencari-cari mamanya, tapi ngangenin banget lho. Belom lagi selama gw libur, ga bisa deh nonton TV kalo Digi blom tidur, karena tiap gw mo nyantai-nyantai nonton TV eh dia udah duluan minta diputerin CD kesukaannya seperti Pablo (Backyardigan), Barney, etc deh..dan nontonnya itu-itu melulu. Pusing deh…dan kayaknya perlu beli TV baru deh..huehehe..

Yah, sejak memutuskan untuk jadi working mom berarti gw sudah siap lahir bathin untuk segala konsekuensinya termasuk perasaan kangen sama anak, apalagi kalau anak sakit, waduhh..udah deh ribet banget yang ujung-ujungnya gw belain nemenin anak dong dibanding pergi kerja, meskipun HP bakal ”bernyanyi-nyanyi”.

Romantika hidup.

Komentar (7) »

Digi kok ga Mau sekolah sih….

Jauh-jauh hari gw udah kasih tanda bulatan merah di kalender pada tanggal 14 Januari ini, soalnya hari ini hari mulai Digi sekolah lagi.
Perasaan was-was semenjak kemarin-kemarin akhirnya terjawab. Digi bener-bener masih ga mau pergi ke sekolah….ugh!
Gw ga bisa maksa Digi, yah secara emang dia masih kecil, masih umur 2 tahun lebih 7 bulan. Tapi meskipun bisa dibilang masih usia dini tapi gw sengaja masukin Digi ke play group biar ada kegiatan. Maklumlah gw working mom dan dirumah Digi cuma sama satu pengasuh dan satu pembantu aja.
Sebenernya sih kalau Digi energinya ga besar sih, di rumah aja udah cukup kali ya…, tapi gw ngerasa Digi itu anak yang bosenan, ga mau diem dan perlu tempat untuk dia ekplorasi semua yang ada dipikirannya. Bayangin aja, dia udah apal semua lagu-lagu yang biasa diajarkan di TK, lagu 11 Januari-nya Gigi jg dia suka nyanyi sendiri di bagian reff-nya, apalagi lagu Matta band..halahhh….belom lagi kalau udah cerita..nyerocosss…terus, ceritanya macem-macem, dari mulai cerita kejadian bener ampe cerita khayalannya, ngegambar (termasuk menggambar di dinding kamar..hehe), berhitung, sampe referensi tempat bermain di Bogor, dia udah lebih banyak dibandingkan dengan teman seusianya. Tiap gw ma papanya libur selalu dia nanya “mah, hari ini kita kemana ya?”, kayaknya tinggal sosialisasi aja nih blom gw cek, maklum anak tunggal, ada kemungkinan egois..jadi walhasil gw sekolahin deh.

Untuk memilih Pre-School nya jg perlu pertimbangan yang matang. Yang akhirnya gw jatuhkan pilihan ke sekolah yang ga jauh dari komplek perumahan gw biar praktis, simple, tapi Digi bisa ada kegiatan.
Awal-awal sekolah sih dia happy-happy aja, malah banyak cerita tentang temen-temennya (dari mulai nyebutin nama, ampe nyeritain postur tubuh dan kelakuan temennya), cerita tentang gurunya dan yang paling exciting sih baru tiga kali pertemuan dia udah hapal lagu-lagu yang diajarkan gurunya.
Tapi makin kesini dia makin ga mau sekolah, dia selalu bilang “mama, digi ga mau sekolah, digi maunya dianter mama, papa masuk juga….” begitu berkali-kali. Gw juga pernah tanya ” kenapa De, kok ga mau sekolah, emang ada yang nakal ya?” tapi tetep aja dia jawab seperti itu sambil nangis-nangis. Kalau mau tau, nangisnya Digi tuh sambil ngoceh….bukan cuma suara tangisan aja yang keluar tp ocehannya juga…ampun deh…. :D
Pernah gurunya datang ke rumah eh dia malah lari ke kamar sambil bilang “Digi ga mau sekolah, ga mau!”.

Mungkin gw perlu cuti sehari kali ya buat discuss tentang ini ke gurunya. Soalnya rugi jg nih, bayaran sekolah jalan terus tp Digi ga mau masuk sekolah…
Atau sekalian pindah sekolah aja kali ya…secara gw ga suka ama kepseknya..jaimmm banget.. padahal B aja lagi..toh gw tetep tau dia itu kepsek…(lho kok jd sentimen pribadi seh…hehehe…)

Komentar (12) »

Cukur Bulu Ketiak Rentan Kanker Payudara

Sebenernya sih gw ga sengaja baca ini artikel. Gw tadinya lg nyari artikel pendukung buat nulis artikel di web digithalia.com, cuma pas ngubek-ngubek eh nyangkut di artikel ini. Jadi curious deh…

Menurut artikel itu, disebutkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan Anderson Cancer Center di Amerika Serikat menyebutkan bahwa perempuan yang rutin mencukur bulu ketiak hingga licin lebih rentan terkena kanker payudara 10 kali lipat dibandingkan dengan perempuan yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh apa adanya.

Wah gimana dong…masa ga cukur bulu ketiak sih…iihh..ilfil dong…ga sexy..secara kita para kaum hawa kan suka pake tanktop dan sejenisnya kaliii. Wah..wah..wah…bingung nih..pilihannya antara kesehatan, kebersihan sama keindahan …???

Komentar (6) »

Masuk Angin

Kayaknya penyakit yang satu ini biasa dialami semua orang deh. Salah satunya gw. Akhir-akhir ini kok gw sering banget masuk angin. apa badan gw dah tipis kali ya…nyampe angin aja bisa masuk..hehe.

Masuk Angin. Sebenarnya penyakit ini bukan penyakit berbahaya sih namun kata orang jika masuk angin dibiarkan bisa menyebabkan timbulnya penyakit yang lain. Masuk angin yang udah tahap gawat sih biasanya disebut angin duduk, begitu gw denger dari orang-orang. Angin duduk ini biasanya ditandai dengan keringat berbulir-bulir besar, atau rasa masuk angin yang disertai nyeri, rasa tertekan, atau rasa berat di dada. Menurut artikel yang gw baca, ternyata ini merupakan gejala awal serangan jantung berat.Hiii…Jadi penanganannya ya harus ke rumah sakit.

Lain orang, lain juga kebiasaan. Biasanya orang masuk angin penanganannya ada yang minum jamu dan ada juga yang cukup dikerok aja atau dipijat.
Khusus penyuka dikerok, perlu diketahui bahwa dengan kerokan, pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Menurut tukang pijat, tanda merah ini merupakan bukti bahwa kita sedang masuk angin. Padahal, ternyata untuk orang yang tidak masuk angin pun, apabila dikerok memang meninggalkan jejak merah yang sama. Cuma kayaknya ga pernah ada orang sehat yang dikerok kan..??..hehe..iseng bangett..jadi sehabis dikerok jangan coba-coba pamer-pamer punggung yach… :D

Komentar (5) »

HAPPY NEW YEAR 2008

Bunga kembang api meletup di atas angkasa menandai pergantian tahun. Kini, Tahun 2007 sudah lewat dan berganti tahun 2008. Berbagai harapan diucapkan. Yang jelas semoga di tahun 2008 menjadi chapter yang lebih baik, kesuksesan, kebahagiaan, keselamatan selalu menyertai langkah kita. Amin.

Detik-detik menjelang pergantian tahun 2007 ke tahun 2008 di Kota gw, Bogor, disambut dengan datangnya hujan lebat disertai angin dan petir. Hujan lebat disertai angin dan petir ini terjadi sekitar 15 menit sebelum pukul 00.00 WIB. Akibatnya bisa diperkirakan, ribuan warga yang telah berkumpul sejak sore di sejumlah kawasan guna memeriahkan malam tahun baru menjadi berhamburan. Ada yang pulang ada pula yang berkumpul di restoran atau berteduh di pinggir jalan. Baca entri selengkapnya »

Tiada komentar »