Mengatur Keuangan Pasca Lebaran.

Iseng-iseng gw baca sebuah tabloid eh ada artikel bagus jadi gw posting deh…

Ga sedikit orang mengalami Tongpes alias kantong kempes setelah lebaran. Padahal ketika lebaran itu kita diberi THR dari perusahaan plus ga jarang pada bulan itu juga kita dapet gaji bulanan. Namun terkadang selalu aja kejadian Tongpes ini terjadi.
Nah mudah-mudahan untuk yang suka ngalamin hal seperti itu, (termasuk gw..hehe…) setelah membaca postingan ini, taun depan ga akan kejadian deh Tongpes setelah lebaran :)

1. Sisihkan

Jika selama ini Anda menabung hanya saat ada uang sisa pada akhir bulan, mengapa kondisinya tidak dibalik? ketika Anda mendapatkan gaji pada tanggal 25, misalnya, sisihkan dulu sebagian untuk menabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan.
Bila kiat ini Anda lakukan secara rutin setiap bulan, maka dijamin Anda akan cukup terhenyak melihat saldo di akhir tahun nanti. Cukup sisihkan Rp 100rb setiap bulan, maka dalam satu tahun Anda memiliki tabungan sebesar Rp 1,2 juta yang bisa digunakan sebagai tambahan saat lebaran.
Menyisihkan pendapatan di awal memang akan mengurangi belanja. tapi, inilah konsekuensinya. Cukup atau tidak, Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan.
Menabunglah di awal bulan atau tabungan Anda tidak akan pernah terisi. Kebanyakan orang cenderung menghabiskan berapa pun yang yang ada di dompetnya.
Lantas, berapa besarnya tabungan ini? Jika Anda tidak atau belum memiliki tujuan keuangan maupun rencana digunakan untuk apa uang tabungan itu nantu, pos ini sekurang-kurangnya 10 persen dari penghasilan keluarga.
Sedikit kiat, lupakanlah Anda telah menyisihkan 10 persen itu saat kepepet di akhir bulan, misalnya anggap saja uang itu hilang sehingga Anda tidak tergoda untuk menggunakannya.

2. Rapikan

Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri bisa menjadi modal utama menentukan rencana keuangan. Untuk itu, biasakan menghitung dan mencatat setiap sen uang yang dikeluarkan dalam satu bulan.
Rapikan catatan ini sedemikian rupa dalam sebuah buku khusus. Tempatkan beberapa pos pengeluaran, seperti untuk pangan, perawatan pribadi, baju, atau kosmetik (bila perlu), transport, listrik, telepon, kartu kredit, makan siang (bila bekerja diluar), sampai biaya pendidikan dan jajan anak.

3. Pisahkan

Masukan dan simpan uang Anda dalam amplop atau rekening terpisah. Atur dan bagilah sedemikian rupa-dengan merujuk pada kebutuhan hidup setiap bulannya, uang tunai yang bisa diambil dan uang tabungan untuk masa depan.
Gunakan satu rekening untuk kebutuhan bulanan, dan satu rekening lagi untuk kebutuhan masa depan. Dengan cara ini, arus masuk dan keluar keuangan Anda tidak menjadi rancu. Sedikit kiat, rekening tabungan usahan tidak memiliki kartu ATM.

4. Sesuaikan

Jika uang bulanan sedemikian mepet, hitung dan cermati lagi kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan setiap hari. Apakah Anda selalu makan siang di restoran? atau minum bergelas-gelas kopi dalam saru hari di kantin kantor?
Jika iya, hitunglah berapa rupiah yang Anda keluarkan untuk kopi dalam satu bulan. Kalau angkanya mengejutkan Anda, mungkin itu saatnya Anda menanamkan pada diri sendiri untuk melakukan perubahan.
Sesuaikan gaya hidup Anda dengan kondisi keuangan. Berjanjilah mengurangi pengeluaran harian, berapapun nilainya. Jangan pernah malu bertanya restoran yang murah dan bersih di dekat kantor. Atau bisa saja Anda menyeduh kopi sendiri.

5. Dana Taktis

Bila Anda sudah pandai menyesuaikan atau membedakan antara kebutuhan dan keinginan, dan Anda berhasil menyisihkan sebagian uang, tambahkanlah uang itu ke rekening tabungan atau simpan di amplop terpisah sebagai dana taktis atau darurat. Cara ini akan meminimalkan kemungkinan terbongkarnya rekening tabungan.

6. Penghematan

Cobalah menahan diri untuk tak membeli barang di luar daftar belanja bulanan. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan, apalagi bila itu keinginan sesaat. Caranya, jangan langsung beli barang yang Anda anggap merupakan kebutuhan. Esoknya datangi lagi toko yang menjual benda tersebut. Jika Anda masih menganggap benda itu perlu dibeli, bisa jadi itu adalah benar-benar kebutuhan Anda.
Penghematan keuangan bisa juga dilakukan dengan memperhatikan penggunaan telepon dan listrik. Matikan lampu atau alat elektronik yang tidak digunakan. Cabutlah saluran listriknya jika memang tidak digunakan. Untuk masalah telepon, pelajari beberapa jasa jaringan seluler yang paling murah menerapkan tarif.

7. Kartu kredit

Jangan pernah menganggap kartu kredit sebagai penghasilan tambahan. Kartu kredit memang bisa membantu keuangan seseorang. Sebaliknya, kartu kredit bisa juga membuat bangkrut keuangan Anda.
Bersikaplah bijak dan menyadari bahwa kartu kredit sama dengan utang yang harus Anda bayar keesokan hari. Gunakanlah kartu kredit hanya pada saat-saat kritis.

10 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    krupuk berkata,

    Idul fitri tuh kata pak ustadz kembali ke fitrah kita bersih seperti semula….
    bersih dari dosa dan segala kesalahan plus bersih dari harta benda karena udah dikuras semua buat biaya lebaran hehehe

  2. 2

    mimilucu berkata,

    Kayaknya semua tips udah dilakukan deh…tp tetep aja.. nabungnya sedikit..eh tp alhamdulilah deh…THR ku ditabungin..sedangkan THR suami dah abis ….buat kebutuhan lebaran…maap yaa bos

    btw lebaran tagihan kartu kredit malah membengkak..SEBEL..SEBEL

  3. 3

    hanggadamai berkata,

    waqh telat nih bacanya :(

  4. 4

    adit berkata,

    uih, untung saya selalu tongpes :D

  5. 5

    chic berkata,

    wokeeeeh.. akan saya coba! *semangat!*

  6. 6

    Edi Psw berkata,

    Benar, kartu kredit bukannya bisa mengatasi masalah, tapi justru akan membuat masalah.
    Hehehe…

  7. 7

    Cabe Rawit berkata,

    sama dengan adit, ane selalu tongpes, jadi tidak terlalu bermasalah kalau habis lebaran… :mrgreen:

  8. 8

    zee berkata,

    Mbak lama nie ga ada kabar? Kemana aja… kok blm updated.
    Iya nie, hbs lebaran keuangan pasti kacau balau, mulai lagi deh dari nol kekekek…

  9. 9

    ciwir berkata,

    betul itu… aku coba dechhh…

  10. 10

    Andre berkata,

    Setuju banget tuh yang nomor 7…kartu kredit selalu dikira sebagai uang tambahan yang muncul dari langit..pas tagihan muncul…kalang kabut deh….:P


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda