PERBEDAAN Dalam Urusan CINTA….

Banyak orang yang percaya bahwa memiliki banyak kesamaan merupakan salah satu syarat keberhasilan CINTA. Tapi ada juga perbedaan selera, gaya hidup, kelas sosial dan sebagainya merupakan hambatan dalam suatu hubungan CINTA. Hubungan percintaan pada dasarnya merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan kita. Seringkali kita berusaha menemukan seseorang yang bisa melengkapi hidup dan mampu membantu untuk berkembang serta belajar.Ternyata penelitian menunjukkan adanya kecenderungan memilih lawan jenis yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan dirinya. Jika perbedaan tidak memiliki daya tarik, semua orang di dunia ini bisa jadi homoseksual. Tetapi dalam urusan mencari jodoh, orang cenderung mencari pasangan yang bisa melengkapi kehidupannya, bukan yang sama sekali berbeda atau sama sekali sama.

Daya tarik fisik.

Biasanya orang cenderung mencari pasangan yang memiliki daya tarik fisik yang kira-kira sama dengan daya tarik yang ia pikir ia miliki. Tetapi jika seseorang yang kurang menarik secara fisik berusaha mengejar-ngejar lawan jenis yang jauh lebih menarik maka besar kemungkinan dia akan gagal. Sehingga lama-kelamaan orang tersebut akan kapok dan belajar untuk mencari pasangan yang kurang lebih sepadan.

Uang.

Jika tidak memiliki uang maka boleh memiliki aspirasi untuk mencari pasangan yang kaya raya. Tetapi berapa besar kemungkinannya orang yang dikejar tertarik kepada. Untuk urusan uang, orang lagi-lagi cenderung memilih pasangan yang kurang lebih sepadan dengan dirinya.

Agama.

Memang ada beberapa pasangan menikah berbeda keyakinan yang sukses, tetapi hal tersebut sangat tergantung pada apakah pasangan tersebut bisa menunjukkan sikap saling toleransi atau tidak. Selain itu, mereka juga harus sangat hati-hati dalam mengasuh anak, karena isu tersebut bisa menjadi masalah besar nantinya. Jadi lebih baik hindari perbedaan dalam hal tersebut.

Pendidikan.

Seseorang yang berlatar pendidikan tinggi cenderung tidak memilih pasangan yang berinteligensi kurang. Tetapi lawan jenis yang cerdas dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah mungkin masih bisa menarik yang penting dia pandai bicara.

Perbedaan dalam dunia nyata, jika masih lajang dan mencari pasangan hidup, kira-kira pasangan seperti apa yang diidamkan. Biasanya orang memiliki syarat yang spesifik tentang pasangan idealnya dan mereka cenderung mendambakan pasangan yang memiliki banyak kesamaan dengan diri mereka.

Pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin saja tertarik dengan orang yang berbeda. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jauh dan perbedaan apa yang tidak sampai menimbulkan masalah. Jika kita suka sekali membaca sementara pasangan fanatik sepak bola, hal tersebut bisa jadi masalah. Sementara jika kita tertarik dengan detail sementara pasangan tertarik dengan gambaran umum maka hal tersebut bisa saling melengkapi. Intinya, jika perbedaan tersebut menyangkut bagaimana memanfaatkan waktu mereka, hal tersebut bisa menjadi masalah besar.

Perbedaan diluar beberapa hal pokok diatas sebenarnya sama sekali tidak menimbulkan masalah. Pada dasarnya orang tidak terlalu memperhatikan karakteristik yang dianggap tidak terlalu penting.

Dalam pemilihan pasangan, masalahnya bisa lebih rumit. Kebanyakan orang, meskipun dia tahu pasangan ideal yang diinginkan tapi tidak bisa melihat karakteristik apa yang bisa digunakan untuk mengukur apakah lawan jenisnya termasuk kategori ideal seperti yang diinginkan atau tidak. Mereka akhirnya hanya berpegang pada kesamaan yang bisa dilihat dengan mudah.

Berbeda bisa bermasalah saat seseorang merasakan bahwa pasangannya berbeda dan terjadilah perubahan. Manusia cenderung untuk berusaha mengubah orang yang dicintai menjadi lebih ideal, paling tidak menurut standar yang dimiliki. Pada saat itulah masalah biasanya terjadi. Setelah menikah, mungkin kita terganggu dengan cara mengemudi suami yang ugal-ugalan dan kita ingin  mengubah perilaku tersebut menjadi sesuatu yang bisa kita terima seperti mengemudi perlahan-lahan.

Tetapi, apakah dengan begitu kita harus memilih pasangan yang memiliki banyak kesamaan. Kesamaan merupakan syarat mutlak untuk hubungan pernikahan yang stabil. Tetapi pernikahan yang stabil bukan jaminan pernikahan yang bahagia. Yang lebih berpengaruh dalam hal kebahagiaan adalah kemauan dari masing-masing pihak untuk menoleransi perbedaan yang ada pada pasangannya. Karena itu, pasangan yang memiliki pikiran yang terbuka dan memiliki tenggang rasa yang besar biasanya lebih bahagia, tidak peduli sebesar apa pun perbedaan yang mereka miliki.

Jadi jika kita mencari pasangan, jangan besar-besarkan masalah perbedaan atau kesamaan yang kita miliki. Fokuskan saja pada usaha untuk bertenggang rasa terhadap perbedaan apa pun yang dimiliki pasangan. Karena  pada akhirnya tidak ada dua manusia yang benar-benar sama dan serupa.

 

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    hutriest berkata,

    Pertamax.. halah masih perlu ga siy..! :)
    Udah lama ga mampir, ternyata banyak tulisan bagus.. salah satunya ini. Salam mbak :D

  2. 2

    [...] belum di cuci, sabun cuci abis lah, terakhir.. my LJ is back.. haah (**ada tulisan bagus de’ disini.. buat selingan kalau pusying baca tulisan serius dibawah :D   [...]


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda