BISA TETAP LIBURAN SAAT EKONOMI SULIT

Libur tlah tiba…libur tlah tiba…hore!hore!hore!….

Senangnya, liburan sekolah telah tiba. Bagi anak, setelah berbulan-bulan berkutat dengan berbagai PR, tugas dan tumpukan buku, inilah saatnya bermain dan menyegarkan otak, sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bagi orangtua, kesibukan mereka saban hari di kantor bakal mereka tebus dengan mengajak anak-anaknya liburan.

Berhubung tahun ini BBM naik yang disertai kenaikan harga pangan dan harga-harga lainnya, lantas liburan harus dibatalkan?

Menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan, mengatakan bahwa meskipun kondisi sedang tidak baik, liburan tetap bisa dijalankan asalkan kita bijak, dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

Pertama, Jadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Dengan segala kesulitan saat ini, cobalah menjadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Artinya, liburan harus masuk dalam anggaran rumah tangga tiap tahun. Biasakan merancang dengan cermat dan tidak mengandalkan sekedar uang seadanya untuk liburan. Sebab, bila tidak mencukupi, jalan pintas yang dilakukan keluarga adalah mengurangi investasi lain yang lebih urgent. Atau, malah merelakan utang masuk sebagai jalan keluar.

Kedua, membaut prioritas yang harus disiapkan guna membentuk rekening liburan tersebut. Banyak orang menabung, tapi tidak pernah tahu berapa target tabungan yang ingin dicapai. Untuk itu buatlah daftar prioritas sebelum memutuskan menabung guna keperluan liburan. Pastikan besaran tiap pos tersebut sehingga memiliki gambaran target hendak dicapai.

Beberapa pos pengeluaran berdasar urutan prioritas

Biaya transportasi

Pos pertama yang harus disiapkan adalah transportasi. Memang, sebagian besar keluarga pasti akan mengatakan biaya transportasi pasti telah disiapkan. Namun, pertanyaan selanjutnya, apakah persiapan tersebut sudah mencakup pergi pulang? Sama seperti pengeluaran lainnya, tanpa adanya penyisihan di awal, percayalah, besar kemungkinan uang yang disiapkan habis. Pisahkan uang transpor dengan uang lainnya. Minta anggora keluarga khusus mengelola uang ini. Misal, ibu memegang seluruh dana liburan. Lalu, giliran ayah atau anak tertua memegang uang transportasi agar tidak mudah terpakai.

Biaya akomodasi dan biaya makan (konsumsi)

Miliki rencana mulai dari yang paling enak sampai yang paling tidak enak. Hal yang tak enak adalah bila pengeluaran menjadi lebih besar dari yang direncanakan. Jadi, miliki rencana bila kita tidak berhasil untuk mendapatkan akomodasi yang direncanakan sehingga terpaksa mengeluarkan dana lebih untuk akomodasi yang lebih mahal. Perhitungkan pula kombinasi tempat makan yang akan dikunjungi. Ingat, makan adalah pengeluaran yang paling fleksibel. Besar kecilnya tergantung dari bagaimana kita ingin menikmatinya. Bila memungkinkan, tidak ada salahnya melakukan booking akomodasi jauh-jauh hari. Selain lebih murah, kita dipaksa menentukan dengan bijak berapa lama kita akan berlibur.

Biaya tak terduga

Biaya tak terduga bukan berarti biaya gratis yang bisa digunakan seenaknya. Biaya tak terduga ini disiapkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan saat liburan. Misalnya, kecelakaan, anggota keluarga sakit, dsb. Dana ini juga berguna sebagai dana awal kita untuk hidup setelah kembali ke kota asal. Sering terjadi, saat keluarga pulang dari liburan, suasana liburan terus terbawa-bawa. Akibatnya, anggota keluarga masih doyan makan di luar. Yang harus diingat, kalau dana cadangan ini tidak terpakai, pastikan dana ini tetap utuh sampai kembali ke rumah. Jangan sampai dana ini kita gunakan sebagai tambahan dana belanja liburan atau pengeluaran lainnya. Dan biaya tak terduga ini juga bisa kita siapkan dengan memakai proteksi asuransi. Jadi, jangan segan mengambilnya.

Biaya belanja

Setelah biaya utama disiapkan, jangan lupa persiapkan pula biaya belanja. Ini adalah dana yang akan kita dan keluarga pakai untuk belanja, termasuk di dalamnya biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke lokasi wisata. Tambahkan dana sebesar 15% untuk mempersiapkan biaya jajan. Sebab selalu terjadi saat kita belanja, kita atau anak ingin makanan dan minuman. Sebaiknya, jangan mencampurkan uang makan dan jajan selama belanja ini dengan pos uang makan yang ditetapkan di atas tadi.

Biaya oleh-oleh

Jangan lupa pula dengan pos biaya yang satu ini. Ini adalah pengeluaran akhir yang sebaiknya disiapkan. Liburan tanpa oleh-oleh sepertinya hambar. Lakukan pengeluaran ini di akhir masa liburan. Jangan terpancing untuk mengeluarkannya di awal. Biasanya kita ingin memberikan oleh-oleh, yakni berupa aneka cenderamata atau makanan khas untuk teman atau kerabat terdekat. Tentu saja, buah tangan ini sifatnya tidak wajib. Jadi, kalau ada biaya lain di atas tidak cukup, tentu pos biaya oleh-oleh ini yang harus dipangkas.

Selamat berlibur.

5 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    juliach berkata,

    Sudah lama (sejak masih single di Indonesia) liburan sudah jadi kebutuhan primer.
    - Semua harus terencana dgn pasti.
    Mis: liburan musim panas tahun depan, tiket pesawat sudah dibooking sejak bulan oktober tahun ini. Sehingga kita bisa menghemat 50% minim. Begitu juga akomodasii.
    Tiket masuk ke lokasi Wisata/taman atraksi, bisa dibeli/dianggarkan. Bisa lihat di internet.
    - Untuk menghemat biaya makan, kita bisa makan sandwich yg kita bawa dgn kotak es (tas ransel isoterm). Kita bisa makan berpiknik. Jelas murah dan bersih.
    - Jika dalam keadaan sulit begini, anggaran oleh-oleh bisa ditiadakan. Sebagai penggantinya kirimkan photo ke semua keluarga via post/e-mail.

    Salam kenal dan selamat berlibur(di Perancis liburnya bulan Juli & Agustus)

  2. 2

    Tigis berkata,

    hehe ribet juga ya mau liburan aja. Paling enak memang bikin tempat liburan imajinatif di rumah…. hehe

  3. 3

    chocovanilla berkata,

    Liburan sabtu minggu kalo lagi bokek kusiasati dengan mengajak anak2 cuci mobil sendiri di rumah, wuih girangnya mereka main air. Ato ke cuci mobil otomatis, mereka berimajinasi diserang alien, ato berlibur di rumah kakak. Wah, tapi itu berlaku kalo anaknya balita, ya? Kalo dah ABG repot juga. MAna mau suruh cuci mobil? He…he…

  4. 4

    Febra berkata,

    selamt luburaaannn..padahal saya libur tiap hari, hehehe :D

  5. 5

    kita berkata,

    sayang pas saiah baca post inih liburan udah habis…hiks…


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda