Melanjutkan tulisan gw tentang subject yang sama ternyata ada informasi terbaru lho..
Dari surat kabar yang gw baca, ternyata pemerintah mengkaji kembali program pengendalian pemakaian premium bersubsidi melalui pemberlakuan kartu pintar (Smart Card) yang sebelumnya ditargetkan dimulai Januari 2009.
Ternyata pemerintah masih harus menghitung dahulu kebutuhan biaya pengadaan smart card yang ternyata cukup tinggi, karena harus memakai teknologi satelit. Dan menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pemakaian satelit dibutuhkan agar smart card juga bisa digunakan buat keperluan lain.
Seperti yang sudah diduga, Pemerintah juga tidak mau terburu-buru memberlakukan smart card, karena berdasarkan pengalaman program konversi minyak tanah ke elpiji yang menimbulkan banyak masalah dalam implementasi di lapangan. Sebagai solusinya, pemerintah akan mempercepat pemakaian bahan bakar gas buat transportasi yang dalam waktu dekat akan masuk dalam volume cukup besar ke Jawa dari Sumatera Selatan, selain juga memanfaatkan bahan bakar nabati.
Oh begitu toh..