Director : Juan Antonio Bayona
Writer : Sergio G Sanchez
Cast : Belen Rueda, Fernando Cayo, Geraldine Chaplin, Montserrat Carulla, Mebel Rivera, Andres Gertrudix, Roger Princep, Carla Gordillo Alicia, Georgina Avellaneda, Alejandro Campos, Oscar Guillermo Garreton
Production : 2007
“Lho Kok, begini!!” ” Salah Isinya kali?” ” Kok bahasanya atrok-atrokan sih?” ini komentar pertama gw pas muter ini film. Secara emang film ini ternyata pake bahasa atrok-atrokan (istilah gw ma suami klo nonton film yang bahasanya ga pake bahasa inggris or Indonesia hehe). Dan ternyata emang ga salah, dari nama si Director, Writer ampe pemerannya aja dah nunjukin tuh…tapi gw tetep putusin untuk nonton soalnya gw liat produsernya lumayan dah keuji sama film-film bagus.
Bisa dibilang film ini mengangkat tema panti asuhan plus tentunya anak-anak asuhannya. Dan dah ketebak kan klo hantunya itu pastinya anak kecil. Lihat aja cover filmnya…hehe..
Film ini diawali dengan sekelompok anak kecil yang sedang bermain petak umpet (sejenis petak umpet tapi agak2 beda gitu…ah ga tau deh namanya apa…), namanya juga anak kecil, mereka sih seneng-seneng aja. Padahal didalam rumah panti asuhan itu, seorang wanita memperhatikan mereka dan menyayangkan bahwa kebahagiaan itu tidak akan lama.
Cerita pun beralih. Laura (Belen Rueda) dan Carlos (Fernando Cayo) membeli panti asuhan tempat Laura dulu tinggal yang sekarang tidak berpenghuni dengan mengubahnya menjadi tempat tinggal keluarganya.
Ternyata harapan Laura untuk tinggal tenteram di tempat dia dibesarkan, tidak sesuai harapan. Anak angkatnya, Simon ( Roger Princep), yang ternyata positif menderita HIV, sering bercerita tentang teman imaginasinya. Secara emang anak kecil kan pasti punya teman khayalannya kan…jadi sama si Laura ini, kelakuan si Simon ga terlalu diambil pusing. Lama kelamaan, ngeh juga si Laura akan kelakuan anaknya ini karena Simon dengan teman khayalannya ini terlihat sangat akrab, bahkan Laura dibuat kaget ketika Simon akhirnya tahu kalau Simon adalah anak angkat. Dan Simon mengatakan bahwa semua itu dia dapat dari teman khayalannya itu. Simon bilang klo mereka merasa sama-sama anak panti asuhan yang sama-sama menderita suatu penyakit. Cerita-cerita Simon tentang temannya ini jadi menambah suasana mistis di rumah itu. Baca entri selengkapnya »