Juni 13, 2008
· Disimpan dalam Info
Melanjutkan tulisan gw tentang subject yang sama ternyata ada informasi terbaru lho..
Dari surat kabar yang gw baca, ternyata pemerintah mengkaji kembali program pengendalian pemakaian premium bersubsidi melalui pemberlakuan kartu pintar (Smart Card) yang sebelumnya ditargetkan dimulai Januari 2009.
Ternyata pemerintah masih harus menghitung dahulu kebutuhan biaya pengadaan smart card yang ternyata cukup tinggi, karena harus memakai teknologi satelit. Dan menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pemakaian satelit dibutuhkan agar smart card juga bisa digunakan buat keperluan lain.
Seperti yang sudah diduga, Pemerintah juga tidak mau terburu-buru memberlakukan smart card, karena berdasarkan pengalaman program konversi minyak tanah ke elpiji yang menimbulkan banyak masalah dalam implementasi di lapangan. Sebagai solusinya, pemerintah akan mempercepat pemakaian bahan bakar gas buat transportasi yang dalam waktu dekat akan masuk dalam volume cukup besar ke Jawa dari Sumatera Selatan, selain juga memanfaatkan bahan bakar nabati.
Oh begitu toh..
Juni 13, 2008
· Disimpan dalam kocek
Libur tlah tiba…libur tlah tiba…hore!hore!hore!….
Senangnya, liburan sekolah telah tiba. Bagi anak, setelah berbulan-bulan berkutat dengan berbagai PR, tugas dan tumpukan buku, inilah saatnya bermain dan menyegarkan otak, sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bagi orangtua, kesibukan mereka saban hari di kantor bakal mereka tebus dengan mengajak anak-anaknya liburan.
Berhubung tahun ini BBM naik yang disertai kenaikan harga pangan dan harga-harga lainnya, lantas liburan harus dibatalkan? Baca entri selengkapnya »
Juni 6, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized
Pagi tadi gw dapat kiriman email dari temen yang emang tuh orang sukanya ngirimin email yang aneh2. Salah satunya email yang lumayan pagi tadi bikin gw nyengir kuda, …Pasalnya judulnya emang cerita pendek tapi…silahkan simak deh…
Begini ceritanya :
Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”
Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”
Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu ?”
Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: “Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. “
Kakek (=Boss) telepon sekretarisnya: “Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan.”
Sekretaris telepon suaminya: “Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas.”
Suami bilang kekasih gelapnya: “Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi.”
Kekasih gelap telepon anak kursusnya : “Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”
Anak kursus bilang sama kakeknya : “Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja.”
Kakek bilang sama sekretarisnya: “Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”
…
…
…Cape deh…
Juni 5, 2008
· Disimpan dalam resensi film
Director : Juan Antonio Bayona
Writer : Sergio G Sanchez
Cast : Belen Rueda, Fernando Cayo, Geraldine Chaplin, Montserrat Carulla, Mebel Rivera, Andres Gertrudix, Roger Princep, Carla Gordillo Alicia, Georgina Avellaneda, Alejandro Campos, Oscar Guillermo Garreton
Production : 2007
“Lho Kok, begini!!” ” Salah Isinya kali?” ” Kok bahasanya atrok-atrokan sih?” ini komentar pertama gw pas muter ini film. Secara emang film ini ternyata pake bahasa atrok-atrokan (istilah gw ma suami klo nonton film yang bahasanya ga pake bahasa inggris or Indonesia hehe). Dan ternyata emang ga salah, dari nama si Director, Writer ampe pemerannya aja dah nunjukin tuh…tapi gw tetep putusin untuk nonton soalnya gw liat produsernya lumayan dah keuji sama film-film bagus.
Bisa dibilang film ini mengangkat tema panti asuhan plus tentunya anak-anak asuhannya. Dan dah ketebak kan klo hantunya itu pastinya anak kecil. Lihat aja cover filmnya…hehe..
Film ini diawali dengan sekelompok anak kecil yang sedang bermain petak umpet (sejenis petak umpet tapi agak2 beda gitu…ah ga tau deh namanya apa…), namanya juga anak kecil, mereka sih seneng-seneng aja. Padahal didalam rumah panti asuhan itu, seorang wanita memperhatikan mereka dan menyayangkan bahwa kebahagiaan itu tidak akan lama.
Cerita pun beralih. Laura (Belen Rueda) dan Carlos (Fernando Cayo) membeli panti asuhan tempat Laura dulu tinggal yang sekarang tidak berpenghuni dengan mengubahnya menjadi tempat tinggal keluarganya.
Ternyata harapan Laura untuk tinggal tenteram di tempat dia dibesarkan, tidak sesuai harapan. Anak angkatnya, Simon ( Roger Princep), yang ternyata positif menderita HIV, sering bercerita tentang teman imaginasinya. Secara emang anak kecil kan pasti punya teman khayalannya kan…jadi sama si Laura ini, kelakuan si Simon ga terlalu diambil pusing. Lama kelamaan, ngeh juga si Laura akan kelakuan anaknya ini karena Simon dengan teman khayalannya ini terlihat sangat akrab, bahkan Laura dibuat kaget ketika Simon akhirnya tahu kalau Simon adalah anak angkat. Dan Simon mengatakan bahwa semua itu dia dapat dari teman khayalannya itu. Simon bilang klo mereka merasa sama-sama anak panti asuhan yang sama-sama menderita suatu penyakit. Cerita-cerita Simon tentang temannya ini jadi menambah suasana mistis di rumah itu. Baca entri selengkapnya »