Selamat Dari Kenaikan Harga

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang langsung diikuti kenaikan harga bahan pangan semakin menyulitkan ekonomi banyak orang. Disaat harga-harga naik, penghasilan kita mungkin tidak naik. Sebab efek kenaikan BBM membuat kondisi perusahaan tempat kita bekerja juga sulit. Kalau sudah begini, apa yang mungkin bisa kita lakukan? sebagian orang mungkin berfikir untuk mencari tambahan penghasilan sebagi jalan keluarnya. Anggapan ini tidaklah salah. Tapi, apa itu satu-satunya pilihan? Apalagi harus diakui mendapatkan penghasilan tambahan sekarang ini tidaklah mudah.

Sepertinya yang paling utama adalah bagaimana kita melakukan pembenahan keuangan internal terlebih dahulu, karena sia-sia saja menambah penghasilan jika tidak ada perubahan pola penggunaannya.

Berikut beberapa langkah pembenahan itu menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan, Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan.

Evaluasi pengeluaran dana

Langkah awal menstabilkan keuangan adalah membuat evaluasi keuangan. Coba lakukan pencatatan, bulan ini apa saja pengeluaran yang keluarga kita telah lakukan. Pisahkan pengeluaran utama dengan pengeluaran pengikutnya. Dengan begitu kita akan tahu berapa besar pengeluaran riil keluarga tiap bulannya.

Buat Prioritas Pengeluaran

Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, dan prioritaskanlah kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu pengeluaran yang harus kita penuhi. Sementara keinginan adalah pengeluaran yang masih bisa ditunda.

Redam Pengeluaran Tak Terdeteksi

Bagaimana dengan dana tak terduga? Menurut Eko Endarto, gunakanlah kartu kredit. Tapi, tentu saja dengan konsekuensi harus membayarnya setelah ditagih. Sadar atau tidak, jika kita menyisakan uang untuk sesuatu yang tak terduga, ada-ada saja hal tak terduga terjadi. Ujung-ujungnya anggaran tak terduga itu selalu habis. Salah satunya karena kita menjadi longgar terhadap definisi “tidak terduga” sehingga pos dana ini malah menjadi sarang keborosan.

Selain melakukan penataan dari sisi internal, ada pula penataan secara eksternal yang bisa kita tempuh, sebab pada dasarnya keuangan keluarga bergantung pada dua aspek yang mempengaruhi yaitu dari dalam dan luar.

Menyelesaikannya dari luar.

Pengaturan dan pengelolaan uang dari luar adalah bagaimana seseorang mengelola semua godaan dan tawaran yang bisa mempengaruhi keuangan keluarga secara keseluruhan.
Berikut beberapa langkahnya :

Menghindari utang baru
Kalau tidak terpaksa , hindari membentuk utang baru, terlebih bila utang itu bersifat konsumtif. Ingat, pengeluaran Kita saat ini akan terus meningkat.
Memang, sepertinya tambahan dana dari luar adalah salah satu jalan menutup kenaikan kebutuhan itu. Tapi, utang bukanlah tambahan dana, melaikan tambahan kewajiban yang mau tidak mau harus Kita bayar di kemudian hari. Terlebih dengan kenaikan harga sekarang ini, besar kemungkinan suku bunga pinjaman juga akan naik.

Diskon tidak selalu jadi jawaban
Kalau bicara diskon, biasanya kita mengasumsikannya dengan penyelamat. Bayangkan disaat harga tinggi, masih ada yang mau memberi harga rendah. Tapi, dalam mengeluarkan dana, yang terpenting bukan berapa yang kita keluarkan, tapi untuk apa kita mengeluarkannya. Ingat, lebih baik membeli barang dengan harga sedikit lebih mahal tapi kita memang membutuhkannya.

Hindari spekulasi investasi
Hindari spekulan investasi. Dengan kian sulitnya ekonomi, semakin banyak orang menawarkan alternatif penyelesaian, salah satunya dari sisi investasi. Pada saat seperti ini, biasanya jenis investasi yang memberikan hasil maksimal dianggap sebagai jalan keluar. Namun bila kita tidak mengerti dan menguasainya, jangan pernah masuk ke dalamnya.

Buat perhitungan
Salah satu cara untuk menghemat dan membantu keuangan adalah memindahkan biaya yang mungkin terjadi pada pihak lain, dalam hal ini pihak asuransi. Biaya kesehatan, perbaikan kendaraan, dan perlindungan rumah, bisa sebagai permulaan langkah Anda berasuransi. Ingat dengan naiknya biaya BBM, otomatis biaya lain juga naik termasuk kesehatan, perbaikan, dan pembangunan.

Coba tambah penghasilan
Terakhir, memang tidak ada jalan lain selain mencoba menambah penghasilan. Berusaha menggali potensi diri dan mengenali kondisi lingkungan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan cara atau usaha baru untuk menambah penghasilan keluarga. Tidak perlu besar, tapi buatlah itu menjadi suatu yang rutin. Sehingga diantara semua biaya yang naik tadi ada tambahan penghasilan untuk menutup kebutuhan atau menambah investasi.

8 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    tintin berkata,

    Pertamax… = BBM juga .. :P

    wah tips bagus bu … :)

    salam kenal .. :)

  2. 2

    ratna berkata,

    @ tintin
    thanks. salam kenal juga

  3. 4

    chocovanilla berkata,

    HU..hu… aku tambah pushing nih, Jeng… Kalo dah mikirin pengeluaran dan pemasukan mendadak migren! Toloooong…..

  4. 5

    abiehakim berkata,

    Kayaknya nih peghitungan hanya untuk kalangan menengah, sebab kalau yang bener dibawah bakalan mumet ngaturnya. Gak ngutang, apa mungkin? salam kenal ya

  5. 6

    maminya vaya berkata,

    @abiehakim : Utk kalangan bawah mgkn masih lama waktunya u/ yg namanya perhitungan or nabung. Yg penting ada keinginan u/ berusaha dulu, bangkit dr kemiskinan. G ada yg ga mungkin selama ada kemauan.

  6. 7

    Tumes_semuT berkata,

    udah diringkas aja bu; tambah penghasilan itu satu-satunya yang masuk akal hehehe

  7. 8

    kita berkata,

    wah tips nya bagus nih.. bener banget tuh,,menambah penghasilan merupakan solusi yang utama..


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda