Resensi Film “The Death Of Ian Stone”

null
Director : Dario Piana
Writer : Brendan Hood
Cast : Mike Vogel, Christina Cole, Jaime Murray, Andrew Buchan

“The Death Of Ian Stone” garapan tahun 2007, memang tidak dibintangi oleh aktor-aktor dan aktris-aktris terkenal, namun bukan berarti filmnya tidak menarik untuk ditonton. Pada awalnya memang gw ga ngerasa tertarik untuk nonton, dan biasanya yang berbau horor-horor gw jadikan pilihan kedua untuk gw tonton. Gw pikir ini film bercerita tentang hantu-hantuan atau semacam zombie atau vampire jadul banget yach, tapi ternyata setelah menontonnya, gw surpised juga.

Dari judulnya aja udah ketahuan bahwa konsepnya mengenai kematian si Ian Stone, yang menjadi salah satu pertimbangan roman film ini. Dan dari judulnya juga kayaknya udah dipastikan ini film horor, tapi meskipun demikian ini bukan sembarang cerita horor. Film ini memadukan seni fiksi ilmiah dan roman dengan dibumbui darah dimana-mana dan nuansa ketakutan. Cukup menyeramkan.

Dalam film ini Ian Stone (Mike Vogel) adalah seorang laki-laki yang setiap kali dibunuh, dan setelah dibunuh kemudian dia hidup menjadi seseorang dengan skenario kehidupan yang berbeda, kemudian dia dibunuh kembali.
Setiap dia memulai kehidupan barunya itu, dia terus dibayang-bayangi memori akan masa lalunya atau bisa dibilang kejadian terbunuhnya dia di kehidupan sebelumnya. Bingung dan merasa gila karena dia selalu dibayangi oleh sesosok mahluk yang ingin menyerangnya dan si Ian ini tidak mengerti mengapa dia selalu menjadi target si penyerang ini.

nullDari setiap kali Ian bereinkarnasi, ingatan yang jelas dan dia kenali hanya Jenny (Christina Cole). Dari setiap kejadian itu, akhirnya dia merasa bahwa yang terjadi pasti ada hubungannya dengan Jenny.

Pada reinkarnasi Ian, Jenny hadir dengan peran berbeda-beda pula. Semula Jenny tidak menyadari hal ini, namun akhirnya dia pun mengenali Ian. Dari sini Ian menganggap bahwa satu-satunya cara agar reinkarnasi ini berhenti adalah dengan cara melindungi Jenny agar tidak terbunuh.

Cerita pun mengalir dengan ketegangan, darah dimana-mana, action, dan rasa penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Ian dibunuh dan harus bereinkarnasi?, Siapakan sebenarnya Ian Stone?, mengapa selalu ada Jenny disetiap reinkarnasinya?, dan apa yang akan Ian lakukan untuk menghentikan ini semua?

Sangat disayangkan sekali, mahluk yang membayangi Ian ini sangat mengecewakan, kebanyakan muncul dalam suasana berasap dan dibalik cermin saja. Mereka hanya berupa bayang-bayang saja, baru ketika menuju akhir cerita si mahluk ini menunjukkan dirinya. Kayaknya sih mungkin karena kurang budget kali ya..hehe. Tapi bagaimanapun film ini cukup memiliki cerita yang unik.

Selamat menonton.

8 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    babeh berkata,

    aboutnya boleh simpel, tapi tulisannnyyyaaaahhhh, kereeeeeeen…., niy yang paling kusukah, sesensi film! mo nonton pa nggak, kalo dah baca resensinyah, so pasti asikkkss! (*ga suka pertamaaaxxx, mahal sih, tapi puaaassss*)

  2. 2

    babeh berkata,

    punteeeeeen, baru dateng disih teh tapi… langsung enaaaak euy, disamping rumahnyah adem, bacaannya jugah semogah terus enak, enak terus…… langsung link yaaahh (*so mekso*)

  3. 3

    chic berkata,

    hmmm.. ceritanya menarik juga… agak ragu-ragu tapi kalo nonton fim berdarah-darah… hiks *inget waktu nonton Kill Bill*

  4. 4

    hanggadamai berkata,

    wah keknya seru nih..

  5. 5

    Pujangga berkata,

    Wah perlu nonton nich!!

  6. 6

    ratna berkata,

    @ babeh
    makasih beh, seneng dikunjungi babeh..btw, aku jg udah add link babeh tuh..
    met kenal..

    @ chic
    wah klo berani nonton kill bill seharusnya berani juga nonton ini, soalnya msh di bwh kill bill kok berdarah-darahnya..hehe

    @ hanggadamai @ Pujangga
    Selamat menonton semoga ga mengecewakan film nya…(*lho kok serasa pembuat filmnya sih???)

  7. 7

    JoEy D`JuVe berkata,

    Wew… Horor… Mudah2an Istri ga ngajak nonton ini… bingung nolaknya…

  8. 8

    ratna berkata,

    @ JoEy D’JuVe
    Wah istrinya horor maniak yach…hehe


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda