Empat Kesalahan Orang Berutang
Menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan, bahwa banyaknya tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dibeberapa bank, khususnya untuk kredit konsumtif, terus meningkat. Utang yang bermasalah ini bukan disebabkan oleh kondisi ekonomi saja (inflasi serta efek resesi yang terjadi di Amerika Serikat) namun karena individu peminjamnya juga yang salah. Orang ini gagal mengelola utang.
Utang boleh, asal dengan perhitungan
Kenapa ada orang yang gagal dan ada juga berhasil dalam berhutang?. Beberapa kesalahan orang dalam berhutang :
Salah memilih produk
Orang kerap salah memilih produk. Seperti juga poduk yang memberikan hasil, produk utang juga memiliki banyak jenis. Ada utang untuk pembiayaan modal usaha, pembiayaan rumah, pembiayaan profesi, kendaraan, dan sebagainya. Banyak orang berutang hanya melihat berapa besar dana yang bisa diperoleh serta seberapa mudahnya utang tersebut cair. Padahal, seharusnya mereka ingat, makin mudah utang itu cair, makin tinggi resikonya.
Mengambil utang menurut kebutuhannya bisa meminimalkan resiko kegagalan mengelola utang lantaran kita menggunakan sebagaimana seharusnya.
Salah menggunakan utang
Utang dapat diartikan sebagai penggunaan hak sebelum waktunya. Kredit dapat juga diartikan sebagai pembayaran yang ditunda. Dengan begitu, utang dan kredit diciptakan untuk membantu seseorang memperoleh hak sebelum waktunya dan melunasi kemudian.
Pada dasarnya, kita boleh berutang dengan dua syarat utama. Yakni, memiliki dana untuk membayarnya, dan yakin ada sumber dana yang masuk di kemudian hari untuk membayarnya. Kalau itu terpenuhi, kecil kemungkinan terjadi kegagalan melunasi utang.
Salah memilih tempat berutang
Utang yang cenderung gagal atau macet adalah utang yang sifatnya konsumtif. Utang itu umumnya berbunga tinggi dan berjangka waktu pendek. Artinya kalau kita gagal mengelolanya, jangan harap utang itu bisa lunas.
Sangat banyak orang yang bermasalah di utangnya, kemudian berutang kembali untuk menyelesaikannya. Hal itu diperbolehkan. Masalahnya, mereka terkadang memilih tempat berutang yang salah. Beberapa orang menyelesaikan utangnya dengan meminjam dari tempat yang sama. Artinya, mengambil uang tunai untuk melunasi utangnya. Cara ini tidak menyelesaikan perkara. Tarikan tunai umumnya memungut bunga yang lebih mahal ketimbang kredit belanja barang.
Salah mengelola utang
Terkadang, orang tak sadar bahwa persoalan utang terjadi karena salah mengelola utang itu. Aturlah dengan baik pembayaran utangnya. Ada baiknya meletakkan tanggal pembayaran utang tidak jauh dari tanggal gajian. Sesaat setelah menerima gaji, bisa segera membayar kewajiban itu.
Eko Endarto mengatakan pula bahwa memutuskan untuk mengambil utang bukanlah kesalahan, tapi mengambil utang tanpa perhitungan akan menjerumuskan.
ngutang..enggak…ngutang…enggak…ngutang??..enggak??…
kabarihari berkata,
Mei 6, 2008 @ 4:23 am
Mending nabung saja deh daripada ngutang…
Hidup tanpa utang itu ternyata sangat Merdeka..
Zee berkata,
Mei 6, 2008 @ 6:11 am
SYukurlah saya hampir tidak pernah berhutang, he he ……..
Tumes_semuT berkata,
Mei 17, 2008 @ 4:45 pm
tambah satu kesalahan orang berutang…
5. kenapa ngutang kok gak minta aja?
hehehe
ratna berkata,
Mei 21, 2008 @ 5:45 am
@ kabarihari
bener banget..
tapi tetep ada sebagian orang yang berprinsip “ngutang untuk ngedongkrak” ga ada salahnya juga…
@ Zee
cuit..cuit…hebat euy mba Zee…
@ Tumes_semuT
gubrag!!!