Arsip untuk Mei, 2008

21

null
Director : Robert Luketic
Writer : Peter Steinfield and Allan Loeb, based on the book Bringing Down The House by Ben Mezrich
Cast : Jim Sturgess, Kevin Spacey, Kate Bosworth, Aaron Yoo, Liza Lapira, Jacob Pitts, Laurence Fishburne, Hosh Gad
Production : 2008

Fim baru bow. Film yang bikin seger mata cewe.. si tokoh utamanya ini muda, ganteng, pinter malah bisa dibilang jenius, anaknya baik lagi dah gitu sayang sama nyokapnya..kayaknya sih tipe cowo yang ga neko-neko..hehehe..sok tau banget deh..

Film berdurasi 123 menit ini menceritakan sisi lain dari sekumpulan anak pintar yang menggunakan kepintarannya itu untuk menghasilkan uang. Bekerja part time di library? Yang jelas bukan, mereka menjadi penjudi di Las Vegas yang terkenal dengan pusat hingar bingarnya perjudian. Berharap mendapatkan uang banyak mereka menggunakan kepintarannya itu di meja judi. Kuliah jalan…judi juga jalan..hehe Baca entri selengkapnya »

Komentar (12) »

Selamat Dari Kenaikan Harga

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang langsung diikuti kenaikan harga bahan pangan semakin menyulitkan ekonomi banyak orang. Disaat harga-harga naik, penghasilan kita mungkin tidak naik. Sebab efek kenaikan BBM membuat kondisi perusahaan tempat kita bekerja juga sulit. Kalau sudah begini, apa yang mungkin bisa kita lakukan? sebagian orang mungkin berfikir untuk mencari tambahan penghasilan sebagi jalan keluarnya. Anggapan ini tidaklah salah. Tapi, apa itu satu-satunya pilihan? Apalagi harus diakui mendapatkan penghasilan tambahan sekarang ini tidaklah mudah.

Sepertinya yang paling utama adalah bagaimana kita melakukan pembenahan keuangan internal terlebih dahulu, karena sia-sia saja menambah penghasilan jika tidak ada perubahan pola penggunaannya. Baca entri selengkapnya »

Komentar (7) »

Dari Sabang sampai Merauke…

Masih inget dong lagunya Dari Sabang sampai Merauke…so pasti itu…

Ini bukan untuk melecehkan penciptanya dan lebih-lebih bukan pula untuk melecehkan negeri tercinta ini lho…

Begini liriknya :

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau…
Sambung menyambung menjadi satu itulah INDOMARET..
INDOMARET tanah air ku, aku berjanji padamu
menjunjung tanah air ku, tanah air ku INDOMARET..

“Lho, Digi kok nyanyinya gitu? bukan INDOMARET sayang..tapi INDONESIA.”

“INDOMARET mama..bukan INDONESIA…” kilah Digi sambil mulutnya kayak cumi-cumi.

Segala daya upaya telah gw tempuh untuk meluruskan lirik lagu itu, apa daya anak gw yang koleris-sanguinis seakan ga denger kata-kata mamanya, walhasil mamanya yang sanguinis-plegmatis ini cm bisa mengurut dada..dasar anak kecil!

Komentar (12) »

Resensi Film “An American Haunting”

Director : Courtney Solomon
Writer : Courtney Solomon. Based on the novel by Brent Monahan
Cast : Donald Sutherland, Sissy Spasek, Rachel Hurd-Wood, James D’Arcy, Thom Fell, Mathew Marsh, Gaye Brown.
Production : Tahun 2005

nullMengharapkan film horor yang kelihatan jelas hantunya? mengharapkan suasana film horor yang modern, baik dari pemainnya atau settingnya? ga mau horor yang banyak menerka-nerka? Kayaknya kalau harapannya antara lain seperti itu sih ga bisa ngarepin dari film horor ini, jadi daripada kecewa mending ga usah nonton aja.
Tapi kalau mau menikmati horor dengan setting jaman baheula (kadang justru lebih dalem rasa horornya), dengan kesederhanaan visualisasi, sedikit aneh (kepercayaan bahwa setiap mahluk hidup itu batiniahnya (jiwa atau dalam bahasa sundanya lelembut) dapat menjelma), so gw recomended untuk nonton film ini. Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Waduhh..si “Balon Tipis” kok makin macem2 aja dueh…

Basi ga ya posting ini, but suteralah…
Mungkin gw termasuk orang yang terakhir dapat info ini. Si Balon Tipis makin tampil beda aja.
Dulu bentuknya ya cuma gitu doang…tau kali ya…udah rasanya bermacam-macam eh sekarang ditambah lagi bentuknya dan teksturnya. Produsen emang tau aja gimana caranya menarik konsumen.

Produksi si Balon Tipis pun mengalami perubahan dari masa ke masa. Mereka ingin menghilangkan imej bahwa mengenakan di Balon Tipis itu mengurangi cita rasa bersenggama. Maka muncullah bentuk yang aneh-aneh. Misalnya yang bentuknya berbintil-bintil atau bersungut dengan aroma tertentu yang disesuaikan dengan warnanya. Ada yang beraroma strawberry warnanya merah, beraroma pisang warnanya kuning, atau beraroma jeruk berwarna orange. Nah sekarang menyusul bentuk yang tak kalah aneh. Karena itu tak heran jika suatu saat akan muncul yang bagian kepalanya berbentuk kura-kura, kepala kuda, naga, atau bahkan bercabang tiga..hiiii….

Tertarik untuk mencoba??..gunakan dengan bijaksana ya… :)

Komentar (36) »

Resensi Film “Derailed”

Director : Mikael Hafstrom
Writer : Struart Beattie, based on the novel by James Siegel
Cast : Clive Owen, Jennifer Aniston, Vincent Cassel, Melissa George, Addison Rimlin, Tom Conti, Denis O’Hare

Pertama kali memilih film ini untuk di tonton, sebenernya sudah menduga-duga akan bernuansa seperti apa film ini. Tapi namanya juga sebuah karya seni, buah pikiran seseorang, tentunya tetap mengandung misteri yang akan menghipnotis penonton untuk tetap duduk manis melihat keseluruhan cerita yang disajikannya.

Derailed, yah kalau diartikan sih menggelincirkan atau menyebabkan keluar jalur (rel). Dan memang film ini ada kaitannya dengan kereta, penumpangnya, dan cheated. Hmm..dan peringatan buat para pria yang sudah beristri atau sudah memiliki pasangan, disinilah Anda akan melihat sisi lain dari dampak kelemahan komitmen Anda terhadap pasangan..beware…hehe.. Jadi ini film meskipun ga terlalu spesial tapi bolehlah ditonton bareng-bareng sama pasangan asal sesudahnya jangan gontok-gontokan ya…hehe..

Derailed sebenarnya tidak memberikan sesuatu yang baru untuk film jenis seperti ini, seperti film-film terdahulunya, Michael Douglas yang sudah lebih dulu mempertontonkan film Disclosure dan Fatal Attraction-nya. Secara keseluruhan, Derailed sepertinya ingin menyajikan bagaimana seorang Rachel (Jennifer Aniston) dengan semua image-nya di serial Friends menjadi seseorang yang cukup mengejutkan penonton. Surprised!

Sori mori ya…untuk kali ini gw lupa nama-nama tokohnya, soalnya film ini gw tonton bulan lalu dan tadinya ga kepikir mo di posting…mo di putar lagi film-nya…halahhh..maless bgt cuma untuk nyari nama-nama si pemerannya..hehe Baca entri selengkapnya »

Komentar (5) »

Resensi Film “The Death Of Ian Stone”

null
Director : Dario Piana
Writer : Brendan Hood
Cast : Mike Vogel, Christina Cole, Jaime Murray, Andrew Buchan

“The Death Of Ian Stone” garapan tahun 2007, memang tidak dibintangi oleh aktor-aktor dan aktris-aktris terkenal, namun bukan berarti filmnya tidak menarik untuk ditonton. Pada awalnya memang gw ga ngerasa tertarik untuk nonton, dan biasanya yang berbau horor-horor gw jadikan pilihan kedua untuk gw tonton. Gw pikir ini film bercerita tentang hantu-hantuan atau semacam zombie atau vampire jadul banget yach, tapi ternyata setelah menontonnya, gw surpised juga.

Dari judulnya aja udah ketahuan bahwa konsepnya mengenai kematian si Ian Stone, yang menjadi salah satu pertimbangan roman film ini. Dan dari judulnya juga kayaknya udah dipastikan ini film horor, tapi meskipun demikian ini bukan sembarang cerita horor. Film ini memadukan seni fiksi ilmiah dan roman dengan dibumbui darah dimana-mana dan nuansa ketakutan. Cukup menyeramkan.

Dalam film ini Ian Stone (Mike Vogel) adalah seorang laki-laki yang setiap kali dibunuh, dan setelah dibunuh kemudian dia hidup menjadi seseorang dengan skenario kehidupan yang berbeda, kemudian dia dibunuh kembali.
Setiap dia memulai kehidupan barunya itu, dia terus dibayang-bayangi memori akan masa lalunya atau bisa dibilang kejadian terbunuhnya dia di kehidupan sebelumnya. Bingung dan merasa gila karena dia selalu dibayangi oleh sesosok mahluk yang ingin menyerangnya dan si Ian ini tidak mengerti mengapa dia selalu menjadi target si penyerang ini. Baca entri selengkapnya »

Komentar (8) »

Memanfaatkan Waktu Luang Ibu Rumah Tangga

Bagi sebagian orang, pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir merupakan pilihan yang tidak mudah. Ada yang rela mengorbankan karirnya yang gemilang demi mengurus anak dan suami, tapi dengan catatan suami sudah memenuhi kebutuhan keluarga lebih dari cukup. Sementara sebagian wanita lainnya sebenarnya ingin tinggal di rumah, menemani anak bermain dan menunggu suami pulang kerja. Tapi apa daya tuntutan ekonomi memaksa mereka untuk ikut bekerja.

Ibu yang ikut bekerja mempunyai banyak pilihan. Ada ibu yang memilih bekerja di rumah dan ada ibu yang memilih bekerja di luar rumah. Jika ibu memilih bekerja di luar rumah maka ibu harus pandai-pandai mengatur waktu untuk keluarga karena pada hakekatnya seorang ibu memiliki tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga termasuk mengawasi, mengatur dan membimbing anak-anak. Apalagi jika ibu memiliki anak yang masih kecil atau balita maka seorang ibu harus tahu betul bagaimana mengatur waktu dengan bijaksana.

Sedangkan untuk ibu yang bekerja di dalam rumahpun tetap harus mampu mengatur waktu dengan bijaksana.

Sebagai ibu rumah tangga, ditengah kesibukan rutin sehari-hari pasti menyisakan waktu luang. Kenapa waktu luang tersebut tidak digunakan untuk mencari tambahan, membantu suami untuk mendapatkan uang? Setiap orang berusaha untuk memanfaatkan waktu luangnya, entah itu menekuni hobi, bersenang-senang, atau mencari penghasilan tambahan. Hal ini berlaku juga bagi sebagian besar kaum ibu. Mereka ingin mencari tambahan penghasilan, namun tetap memiliki waktu untuk keluarganya. Apakah kerja part time, atau ingin memulai bisnis full time di rumah.

Yang mau info lengkap, bisa unduh free ebook ini, semoga bermanfaat :)

Download Free Ebook : Memanfaatkan Waktu Luang Ibu Rumah Tangga

Komentar (4) »

Empat Kesalahan Orang Berutang

Menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan, bahwa banyaknya tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dibeberapa bank, khususnya untuk kredit konsumtif, terus meningkat. Utang yang bermasalah ini bukan disebabkan oleh kondisi ekonomi saja (inflasi serta efek resesi yang terjadi di Amerika Serikat) namun karena individu peminjamnya juga yang salah. Orang ini gagal mengelola utang.

Utang boleh, asal dengan perhitungan
Kenapa ada orang yang gagal dan ada juga berhasil dalam berhutang?. Beberapa kesalahan orang dalam berhutang :

Salah memilih produk
Orang kerap salah memilih produk. Seperti juga poduk yang memberikan hasil, produk utang juga memiliki banyak jenis. Ada utang untuk pembiayaan modal usaha, pembiayaan rumah, pembiayaan profesi, kendaraan, dan sebagainya. Banyak orang berutang hanya melihat berapa besar dana yang bisa diperoleh serta seberapa mudahnya utang tersebut cair. Padahal, seharusnya mereka ingat, makin mudah utang itu cair, makin tinggi resikonya.
Mengambil utang menurut kebutuhannya bisa meminimalkan resiko kegagalan mengelola utang lantaran kita menggunakan sebagaimana seharusnya.

Salah menggunakan utang
Utang dapat diartikan sebagai penggunaan hak sebelum waktunya. Kredit dapat juga diartikan sebagai pembayaran yang ditunda. Dengan begitu, utang dan kredit diciptakan untuk membantu seseorang memperoleh hak sebelum waktunya dan melunasi kemudian.
Pada dasarnya, kita boleh berutang dengan dua syarat utama. Yakni, memiliki dana untuk membayarnya, dan yakin ada sumber dana yang masuk di kemudian hari untuk membayarnya. Kalau itu terpenuhi, kecil kemungkinan terjadi kegagalan melunasi utang.

Salah memilih tempat berutang
Utang yang cenderung gagal atau macet adalah utang yang sifatnya konsumtif. Utang itu umumnya berbunga tinggi dan berjangka waktu pendek. Artinya kalau kita gagal mengelolanya, jangan harap utang itu bisa lunas.
Sangat banyak orang yang bermasalah di utangnya, kemudian berutang kembali untuk menyelesaikannya. Hal itu diperbolehkan. Masalahnya, mereka terkadang memilih tempat berutang yang salah. Beberapa orang menyelesaikan utangnya dengan meminjam dari tempat yang sama. Artinya, mengambil uang tunai untuk melunasi utangnya. Cara ini tidak menyelesaikan perkara. Tarikan tunai umumnya memungut bunga yang lebih mahal ketimbang kredit belanja barang.

Salah mengelola utang
Terkadang, orang tak sadar bahwa persoalan utang terjadi karena salah mengelola utang itu. Aturlah dengan baik pembayaran utangnya. Ada baiknya meletakkan tanggal pembayaran utang tidak jauh dari tanggal gajian. Sesaat setelah menerima gaji, bisa segera membayar kewajiban itu.

Eko Endarto mengatakan pula bahwa memutuskan untuk mengambil utang bukanlah kesalahan, tapi mengambil utang tanpa perhitungan akan menjerumuskan.

ngutang..enggak…ngutang…enggak…ngutang??..enggak??…

Komentar (4) »

Resensi Film “Awake”

nullTiap tahunnya lebih dari 21 juta orang melakukan general anesthesia. Mayoritas dari mereka tertidur dengan tenang seperti bayi tanpa mengingat apapun. Namun, dari 30 ribu pasen ternyata menyadari bahwa mereka tidak tertidur dan terjebak dalam penomena yang disebut sebagai anesthesia awareness. Mereka bangun ketika proses operasi, tidak bisa berteriak minta tolong, tidak dapat bergerak, mereka sadar akan apa yang terjadi di kamar operasi……

Film ini disutradari dan ditulis oleh Joby Harold, dibintangi oleh Jesica Alba, Hayden Christensen,Terence Howard, Lena Olin, Christopher McDonald, Sam Robards, Arliss Howard, Fisher Stevens, Georgina Chapman, David Harbour.

AWAKE dimulai dari curhat seorang dokter pada dirinya sendiri yang menyesal karena tidak bisa menyelamatkan pasennya yang juga temannya. Si Dokter merasa bahwa sang pasen, Clay, tahu apa yang terjadi di ruang operasi tersebut. Kemudian alur ceritapun flash black.

Diceritakan Clayton Beresford, Jr. /Clay (Hayden Christensen) seorang businessman sukses sekaligus penerus perusahaan besar, Beresford Capital, menderita sakit lever yang akut dan operasilah harapannya untuk tetap hidup. Ditangan Dr. Jack Harper/Jack (Terence Howard), Clay mempercayakan dirinya untuk dioperasi. Clay telah berteman dengan Jack setelah Jack menyelamatkan hidupnya selama dia menderita penyakit hatinya itu. Jack juga yang menyarankan agar Clay tidak membuang waktu untuk menjelaskan kepada ibunya dan menikahi Sam. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »