Arsip untuk April, 2008

Emang Gimana Sih Belah Duren-nya ala JP…

Kayaknya gw kesambet kali ampe mo posting berita ini :D

Iseng aja ingin berkomentar, bukan maksud untuk jadi blogger negatif, kalo gw perhatiin kok beberapa pesinetron jadi pada beralih ke dunia tarik suara ya ??? Apa udah ga prospek lagi sama dunianya yang lama atau sekedar ingin ikut-ikutan aja, mengikuti jejak rekannya terdahulu…yang kayaknya ga perlu lah gw sebutin satu-satu…

Kalau gw perhatiin, emang ga semua jelek sih hasil ’sumbangan suaranya’, ada beberapa yang didukung orang-orang kawakan, termasuk pencipta lagu-nya, dan hasilnya masih oke lah..easy listening..but kadang easy going juga…hehe

Berdasarkan pengalaman, pernah gw beli MP3, ada tuh salah satu lagu dari si mantan mantan belom ya pesinetron dan janda muda dari pengusaha kayu..lumayan sih enak didengar dan catchy jg liriknya tapi ternyata selebihnya lagu-lagu yang dia nyanyiin tuh..yah gitu deh…

Belum lagi ’sumbangan suara’ dari si ’virgin”……klo emang dengan kualitas seperti itu dah bs masuk dapur rekaman, udah deh gw jg mo ikutan aja..halah..siapa gw..Nah, yang terakhir nih, sumbangan suara dari si JP sengaja ga pake singkatan orginya. Katanya setelah ketagihan dangdut dia langsung mewujudkan hasratnya itu dengan sebuah album dangdut, bahkan lagu yang menjadi andalanpun langsung dibuatkan videoklipnya, tetap dengan gaya dan lirik khas Dia banget.

Lagu yang jadi andalannya Belah Duren. Nah konon lagu ini punya konotasi lain di masyarakat. Ya gw pikir ga bisa disalahkan juga masyarakat yg berkonotasi lain itu, karena mereka melihat siapa dl yang nyanyiinnya. Klo yang nyayiinnya si Uthe hah Uthe?? Mungkin ga akan jd seperti itu..Upaya untuk tidak terjadi salah penafsiran, disalah satu wawancara dengan Dia, JP bersedia lho menyanyikan potongan lirik dari lagu tersebut. Begini bunyinya: Makan duren di malam hari, paling enak dengan kekasih dibelah..bang dibelah bang…Buruk atau tidak konotasi dari kalimat belah duren tergantung dari pemikiran orang yang mendengar. Menurut JP, lagu tersebut punya gaya seperti lagu-lagu Benyamin yang lucu didengar dan tidak jorok. Yah… bukan JP namanya kalau tidak mengundang sensasi.

Tapi kenapa kok denger2 di albumnya diselipin hadiah Kondom sih??? Adakah maksud tertentu???Ataukah album ini didedikasikan untuk para pengguna kondom?? Atau sponsorshipnya perusahaan kondom?? Apapun alasannya suteralah…

Komentar (15) »

Wah…Dapet Kerjaan itu susah-susah gampang deh…

Memperoleh pekerjaan bagus saat ini memang semakin sulit. Apalagi pekerjaan dari perusahaan yang mapan. Ga gampang mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita. Sering kita berharap mendapatkan panggilan kerja setelah mengirimkan lamaran. Namun, banyak kasus yang terjadi setelah mendapatkan panggilan dan wawancara beberapa kali tetapi tetap saja gagal. Meski telah sampai menjalani wawancara dengan owner atau pemimpin, bukan jaminan kalau kita akan lulus. Sering kita bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab sebenarnya. Pertanyaan inilah yang kerap muncul pada benak si pelamar

Gw jadi ingat waktu masih fresh graduate dan mencoba melamar pekerjaan. Kalau dipikir sekarang kayaknya jadi malu

Waktu itu dari mulai melamar pekerjaan, test sampai tahap wawancara kerja kayaknya berjalan begitu saja. Emang sih..melakukan persiapan juga, tapi persiapannya terfokus pada diri sendiri dan kurang informasi. Dan emang jangan disesalkan kalau ternyata beberapa kali melamar pekerjaan selalu gagal. Pengalaman teman gw beda lagi. Saking sebelnya sama yang namanya panggilan kerja, test dan wawancara tapi selalu gagal pada tahap wawancara, membuat dia kreatif menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan si rekruiter, dia buat daftar pertanyaan dan jawaban yang kira-kira bagus. Jadi ketika dia dihadapkan pada hal seperti itu lagi, dia mencoba mengantisipasi kegagalan dengan mengingat-ingat daftar pertanyaan wawancara tersebut. Boleh juga idenya..hehe

Waktu terus berjalan, gw semakin tua dan semakin berpengalaman. Setelah pengalaman pertama bekerja yaitu di perusahaan Surveyor/Konsultan, gw tertantang untuk mencoba pindah kerja, setiap ada lowongan kerja yang menurut gw menarik gw coba ngelamar, walhasil gw sempet jadi kutu loncat juga. Tapi ada hikmahnya juga lho jadi kutu loncat, standar gaji gw jadi terus meningkat..hehe

Dan emang, ternyata untuk melamar pekerjaan itu ga cuma modal pede doang tapi memerlukan tips dan trik tertentu terutama tips wawancara kerja yang kadang bikin nervous. Dari mulai membuat surat lamaran, Curriculum Vitae (CV) yang merupakan gerbang awal yang menentukan kita masuk ke tahap selanjutnya, sampai melakukan wawancara kerja. Setelah menjadi karyawan pun tidak pernah luput dari problematikanya. Memang seru dunia kerja itu :D

Yang mau info lengkapnya, bisa unduh free ebook tulisan gw loh  mudah2an berguna ;)
 

 Download Free Ebook – Tips Seputar Dunia Kerja

Komentar (21) »

Bermula dari Film Ayat-Ayat Cinta……

Akhirnya bisa ngeblog jg setelah sekian lama disibukkan dengan pekerjaannnnn…….
Kayaknya ngeblog tema film Ayat-ayat Cinta dah basi kali ya..hihiii… tapi suka-suka ah..

Jadi, Senin kemarin akhirnya gw ma suami bisa ke bioskop juga, setelah beberapa minggu kita rescedule terus acara nonton di bioskop. Alasannya karena macam-macam deh..gw pulang telat, gantian suami yang pulang telat, Digi ingin dijemput, gw sempet sakit segala, suasana hati yang tidak mendukung lha..pokonya mo nonton aja ampe repot.
Tapi emang ada unsur kesengajaannya juga nonton AAC ini pas orang-orang udah kehilangan momennya. disamping ga mau ngantri, ingin denger kesan dan pesan para penontonnya dulu termasuk pak Presiden SBY..yang kayaknya seneng kali ya  karena ada fotonya terpampang di salah satu adegan..hihi, juga karena gw ingin baca novelnya dulu.

Mulanya sih suami ngasih pendapat untuk ga baca novelnya dulu dengan alasan nanti ga seru pas nontonnya karena udah tau ceritanya, ga objektif lah dalam menilai filmnya, dsb. Secara gw sendiri punya pendapat bahwa dengan baca novelnya kita jadi tahu kualitas film tersebut karena ini adalah novel yang di-film-kan bukan film-yang dinovelkan sok bener. Tapi suami tetep ngotot jangan baca novelnya dahulu karena sensasi filmnya bisa jadi hilang dan kita jadi seperti di-guide ketika mengikuti alur ceritanya. Tapi akhirnya suami baca novelnya juga deh dengan alasan “nontonnya direschedule mulu seh” hihiii.

Dan emang bener sih, ketika selesai nonton suami sedikit kecewa karena film tsb ada yang melenceng dari novelnya. Dia mengeluh “andai ga baca dulu novelnya pasti deh ga tahu bahwa filmnya ada yang melenceng dan bener2 menikmati tuh film…” hehehe kasian. Sedangkan gw sih asik-asik aja soalnya sebenarnya alasan utama gw baca novelnya dulu tuh lebih dikarenakan gw ga mau nangis..hehe…meskipun akhirnya agak terharu juga ketika adegan Aisha meminta Fahri untuk menikahi Maria dan ketika Madam Nahed (Ibu Maria) mencium tangan Aisha sebagai tanda terima kasih dan dukungan musiknya. Sedangkan yang lainnya sih biasa aja, apalagi pemeran pembantunya kok pada kaku-kaku..hihi..ini menurut gw lho.

Terinspirasi dari adegan film tsb yang menceritakan beberapa perempuan yang patah hati akibat cinta menjadi bahan diskusi deh saat perjalanan pulang. Dan dari situ kami jadi inget, masa-masa naksir seseorang, masa-masa penolakan juga, masa ketika IPK jatuh hanya karena patah hati… masa-masa bersama tanpa komitmen untuk pacaran sampai akhirnya memutuskan untuk pacaran dan menikah setelah 6 tahun pacaran..hihii..emang bukan waktu yang sebentar tapi buat kami sangat cukup untuk memutuskan menikah.

Terkadang nonton film-film kayak ginian emang memberikan penyegaran juga..secara personal gw jadi tambah bersyukur bahwa gw telah mendapatkan cintanya suami, meskipun perjalanannya ga gampang tapi mengandung hikmah. Biasanya, apapun itu, semakin kita sukar mendapatkan, kita akan semakin menghargai keberadaannya, bukankah begitu?? :D

Dan ada beberapa pertanyaan yang masih melekat dibenak ini :
• Ada ga sih cowok yang bener-bener kayak Fahri?? :D
• Emang cuma perempuan aja ya kalau kena penyakit cinta dan patah hati pastinya akan seperti itu (Maria yang merana, Nurul yang mencoba tegar dan Noura yang nekat)? Kalau lelaki gimana?
• Apakah pemberian ijin seorang istri untuk dipoligami oleh suaminya benar-benar keluar dari lubuk hati yang paling dalam si istri tersebut? Jujur deh kalau gw sebelum nonton udah wanti-wanti kalau Poligami??No way man… :D
• Buat para laki-laki nih, emang berpoligami itu enak bukan?? Pertanyaan stupid yach…
• Pertanyaan terakhir, di film itu paling enak menjadi peran siapa yach ?? lho kok pertanyaannya kayak gini….

Mungkin itu aja deh, mudah-mudahan film AAC menjadi pembelajaran buat yang nonton dan yang baca novelnya.. hehe..

Komentar (9) »

Help Me Please…

Blogger Yth, (resmi amat seh)

Ga terasa udah setengah tahun gw jadi bloger, seneng juga bisa menuangkan unek-unek, opini bahkan sesuatu yg ga jelas ke dalam tulisan. Dan yang lebih menyenangkan lagi kesediaan bloger lain untuk membaca, memberi komentar bahkan hanya sekedar numpang lewat saja. Sungguh sesuatu yg berarti buat gw.

Dari sekian yang komen, ada komentar yang meminta gw untuk berganti tampilan blognya. Secara sebagai bloger yg baik dan yang ingin dibaca postingannya, tentunya aspirasi ini ga bisa gw kesampingkan begitu saja. Hanya saja ada perasaan ragu-ragu juga untuk mengakomodir aspirasi tersebut. Secara tampilan ini sepertinya mewakili diri gw, jadi pusing juga deh mikirinnya.

Jadi, dari pada pusing sendiri mending bagi-bagi pusingnya kan, gw berharap para bloger yang berkunjung mau memberikan komentarnya, apakah blog gw harus berganti tampilan atau tetap seperti semula. Help Me Please….

Thanks buat partisipasinya :D

Komentar (16) »