Sekarang ada Asuransi Kesehatan lewat Kartu Kredit Lho..
Zaman sekarang apa sih yang murah? semuanya serba mahal termasuk meroketnya biaya kesehatan. Saat ini, orang yang berpenghasilan pas-pasan, jika masuk rumah sakit kayaknya bener-bener bikin susah. Bukan hanya sakit badannya saja tapi sakit kantong juga. Dan biasanya agar tak semakin sakit, kayaknya emang sudah perlu yang namanya asuransi kesehatan.
Untuk menyiasati hal ini, ada beberapa perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan bank mengeluarkan produk asuransi kesehatan lewat kartu kredit, karena pembayaran preminya bisa langsung dari kartu kredit. Asuransi kesehatan ini preminya murah, lebih murah dibandingkan dengan asuransi yang selama ini ditawarkan oleh para agen asuransi, sudah begitu syaratnya enteng dan prosesnya pun lebih cepat. Dan lazimnya aturan main asuransi, semakin besar preminya, semakin besar santunannya serta semakin luas cakupan perlindungannya. Disamping itu pula, asuransi ini tidak mensyaratkan surat keterangan dokter atas riwayat penyakit. Nasabah umumnya juga punya waktu 20 sampai 25 hari tiap bulan untuk membayar premi yang tidak begitu besar itu (premi kurang dari Rp 100.000). Ini jelas lebih ringan dibandingkan asuransi individu yang umumnya mewajibkan pembayaran sekaligus. Jadi sepertinya asuransi melalui kartu kredit ini murah dan fleksibel sehingga cocok untuk orang yang tidak punya dana yang cukup besar.
Walaupun demikian, ada sejumlah yang perlu diperhatikan dalam memilih produknya :
Pertama, Jangan lupa jumlah uang pertanggungan dalam paket asuransi melalui kartu kredit biasanya tidak begitu besar. Jadi jika kebutuhan kita besar, jumlah santunannya tak bakal cukup. Apalagi asuransi lewat kartu kredit sudah dibuat dalam bentuk paket-paket, sehingga tidak bisa didesain sesuai kebutuhan.
Kedua, teliti dahulu fasilitas yang diberikan perusahaan asuransi seperti rawat inap, rawat jalan dan unsur tabungannya.
Ketiga, bagaimana proses klaimnya? jangan sampai prosesnya menyusahkan ketika akan mengklaimnya.
Keempat, cermati unsur tabungan atau imbal hasil investasi. Ini berlaku untuk asuransi yang menawarkan pengembalian uang dalam persentase tertentu setelah masa pertanggungan selesai.
Kelima, sebagus apa pun produk asuransi, pastikan mampu membayar preminya.
Terakhir, cermati rumah sakit yang bergandengan dengan mereka. Jangan sampai rumah sakit yang dirujuk adalah rumah sakit yang lokasinya nun jauh ditempat terpencil :d
Jadi, kayaknya jangan sampai tergiur dengan nilai premi yang murah dengan pertanggungan yang besar tanpa kita teliti dan cermati lebih dalam.
Zee berkata,
Maret 19, 2008 @ 3:21 am
wah saya paling malas baca polis dgn teliti. hihiih…
Cabe Rawit berkata,
Maret 19, 2008 @ 3:29 am
Assalaamu ‘alaikum…
Mpok… ane pernah ikut asuransi kesehatan berbasis syariah. Pas kebetulan mau klaim, susahnya minta amfun. Sampe ane tulis di koran… setelah kurang lebih 2 bulan, baru klaimnya turun… Jadi, asuransi kesehatan yang mpok rekomendasikan kira-kira yang mana ya? Ane pernah ditawarin yang produk dari Bank. Kira-kira bagus gak?
ratna berkata,
Maret 19, 2008 @ 5:47 am
@ Zee
wah, ga jauh beda sama aku mba..hehe..cuma untungnya suamiku klo urusan ginian kadang jd detail jd dia jelasin trus aku tinggal tanya2..ya..asas gotong royong lha..
@ Cabe Rawit
waduh, nyampe ke koran jg ya…hihii..sulit banget ya..
jujur aja gw bukan orang asuransi kesehatan, emang sih kerja di perusahaan asuransi tp asuransi kerugian (mis :utk kapal tanker, tongkang, pesawat udara dan property) dan job desk gw jauh dari sisi agen asuransi cm suka ikut nimbrung obrolan orang2 asuransi .. jd sedikit bekel sih punya..hehe..
Intinya, gw ga bs rekomendasiin secara spesifik produk asuransi kesehatan mana yang bagus. Karena sangat relatif tergantung masing2. (takut dikira py “titipan” dr perusahaan asuransi kesehatan..hehe)
Gw cuma bisa nyaranin bahwa sebelum memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi lebih baik diingat :
1. Pikirkan dan sadari apa yang sebenernya kita butuhkan. Kita lebih memprioritaskan rawat inap atau rawat jalan. biasanya dengan keuangan terbatas kita lebih memprioritaskan asuransi rawat inap, krn resiko dirawat jarang terjadi, tp jika terjadi biaya yg dikeluarkan cukup besar.
2. Mintalah saran pada berbagai pihak, termasuk keluarga. yg penting jg coba tanya ke nasabah asuransi tsb utk lebih mengetahui kualitas service-nya, termasuk masalah klaim tsb. Dan coba compare dengan perusahaan asuransi lainnya.
3. Telitilah perusahaan asuransi tersebut. Seperti apakah memiliki permodalan yg cukup kuat, memiliki kantor cabang yg luas, memiliki jaringan rumah sakit yg luas, mudah dalam melakukan klaim (termasuk memberitahu batas waktu pengajuan klaim, bgmn cara mengajukannya, serta pihak mana yg dpt membantu ketika mengajukan klaim).
Memang di Indonesia informasi ttng perusahaan asuransi utk kemudahan menentukan pilihan, masih sulit didapat, tidak spt di negara2 spt USA, Inggris, Jepang, dan Singapura yg dengan mudah masyarakatnya dpt mencari perusahaan asuransi yg kredibel.
Klo iseng2, coba lihat laporan keuangan perusahaan asuransi tsb dan coba lihat kondisi underwriting dan operasionalnya. Biasanya kinerja keuangan perusahaan asuransi dikatakan baik atau tdk dapat dilihat dari dua point tsb.
Oh ya, soal produk asuransi kesehatan dari bank, sebenernya jenis produknya sama aja cm mungkin namanya diganti. Ditawarin yang produk dari bank karena ini merupakan jalur pemasaran baru dari perusahaan asuransi yg memanfaatkan jaringan perbankkan (bancassurance). Soal bagus tdknya, relatif jg…
Semoga berkenan
Edi Psw berkata,
Maret 19, 2008 @ 1:26 pm
Tapi asuransi semacam itu biasanya klaimnya agak susa lho.
GWnya berkata,
Maret 20, 2008 @ 4:30 pm
yup…pasti klaimnya susah n beribet…ech kemarin gw sempat ikut asuransi juga euy yg via CC ….tegiur juga
Okta Sihotang berkata,
Maret 22, 2008 @ 5:29 am
wah..okta lom punya credit card negh…
gimana dong ??
hanggadamai berkata,
Maret 24, 2008 @ 1:47 am
sama
diriku jg blom punya credit card
ratna berkata,
Maret 25, 2008 @ 4:19 am
@ Edi Psw dan @ Gwnya
secara emang gw blom ada pengalaman klaimnya…bisa jadi agak susah :d
@ Okta Sihotang dan @ hanggadamai
klo gw agen credit card bisa gw tawarin nih..hehe..prospekan gitu..
NM. Wahyu kuncoro. SH berkata,
Maret 25, 2008 @ 5:54 am
mbak sebutin dong perusahaan asuransi yang kerjasama dengan kartu kredit … enak nih klo bener ada
ratna berkata,
Maret 25, 2008 @ 7:00 am
@ NM. Wahyu kuncoro. SH
yang gw tahu ya…
1. Medical Fund Benefit (PT. commonwealth Life)
Untuk orang dewasa preminya hanya Rp 89.000 per bulan. Batasan umur utk ikutan adalah 60 th. Perlindungannya berlaku 24 jam diseluruh dunia. Jika dalam setahun tidak ada klaim, akan dikembalikan 30% dari premi yg dibayarkan setiap bulan ke klien. Jika bisa mengajak keluarga ikutan juga akan dapat bonus diskon premi sebesar 5%.Proses klaim maksimal 14 hari. Hampir semua rumah sakit sudah jadi mitranya.
2.Smart Health Protection (PT. Asuransi Cigna)
Syaratnya cuma harus jadi nasabah kartu kredit yg diterbitkan oleh mitra Cigna. Mitra Cigna yaitu Bank Niaga, Bank Permata, BCA, Standard Chartered Bank, Danamon, hingga Bank BNI. Kisaran premi per bulan Rp 50.000-Rp 300.000 dipotong langsung dari kartu kredit. Untuk santunan rawat inap (maksimal 60 hari/penyakit/ tahun) maksimal Rp 1 juta. Untuk rawat jalan (setelah rawat inap selama minimal 10 hari/penyakit) maksimal Rp 3 juta dan untuk biaya operasi maksimal Rp 7.5 juta.
Kayaknya biar jelas, mungkin perlu juga mencari referensi lainnya.
Riadi berkata,
Maret 25, 2008 @ 1:08 pm
haiyaaa…tunggu udah kerja dulu de baru mikir yg ginian hehe
chocovanilla berkata,
Maret 28, 2008 @ 3:12 am
Kayaknya agak rumit ya, soalnya paling cuma dicover sehari 400 rb, ato mis. jatah kamar sehari 300 rb, ntar kalo pemakaian lebih dari itu ya tanggung sendiri. Padahal gak mungkin kan kita dirawat dgn biaya 400 rb per hari? aku pernah ditawarin oleh salah satu kartu kredit begitu. Mendingan ikut asuransi beneran aja sekalian, nilai pertanggungannya lebih besar.