SMART CARD apa bener-bener kartu pintar?

Suka baca koran kan? suka dengerin berita kan? ya pastinya dong..hari gini gitu..informasi sudah sebegitu gampang untuk didapatkan.
Bukan pengamat bukan juga pemerhati kebijakan pemerintah, tapi gatel aja klo ga komen soal yang satu ini. Harap maklum aja ya soalnya dengan kebijakan yang satu ini bisa berdampak langsung buat gw nih :(

SMART CARD? bukan kartu kredit bukan pula kartu member. Ini kartu sengaja bakalan dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka membatasi pemakaian BBM yang nantinya katanya akan mengurangi subsidi BBM.
Klo kayak kartu kredit dan kartu member, kita asik-asik aja nerimanya, bahkan kita bisa memilih untuk ikut atau ga, tapi ini ga ada pilihan untuk menolaknya. Ya klo nolak berarti ga bs beli bensin dong…secara hidup gw masih tergantung ma bensin, blom siap klo kemana-mana naik sepeda :D klo sekali-sekali sih it’s ok aja, itung-itung mensukseskan program global warming..halah.

Balik lagi. Jadi permasalahannya adalah apakah si SMART CARD ini bener-bener sesuai dengan arti namanya “Kartu Pintar”? Pintar menyelesaikan masalah bukan pintar menambah masalah dan apakah sudah dianalisis kelebihan dan kelemahannya? inget mata kuliah yang ada analisis SWOT juga apakah sudah siap dengan besarnya investasi untuk program ini? (halah jadi pusing).

Meskipun Presiden SBY meminta otoritas yang berkepentingan melakukan sosialisasi secara intens sebelum rencana ini dilakukan, namun sepertinya program ini tetap akan dilakukan yang rencananya pada bulan Mei atau Juni 2008.
Klo boleh orang awam ini ngomong, emang ga ada solusi lain yach selain melakukan kebijakan ini yang sepertinya tidak berpihak kepada masyarakat. Bayangkan saja, pembatasan konsumsi BBM bersubsidi sepertinya merupakan cara termudah pemerintah mengamankan anggaran fiskal, namun kok malah mengalihkan beban itu kepada masyarakat. Gw ga habis pikir kenapa pemerintah ga menerapkan pajak progresif terhadap pemilik kendaraan lebih dari satu karena aspek proporsional dimata keadilan juga terwakili disitu. Atau mungkin bisa juga pemerintah melarang aja mobil mewah di atas 2000cc menggunakan BBM bersubsidi dengan dukungan berupa peraturan presiden (PP) atau bisa juga mungkin mendorong kendaraan umum dan pribadi menggunakan bahan bakar gas (BBG), cm gw ga yakin nanti tuh mobilnya bakalan gmn..hehe..

Yang jelas gw cuma berharap dan berharap agar kebijakan SMART CARD ini jangan merupakan kebijakan sesaat saja karena konsep pembatasan dengan kartu pintar ini sepertinya belum teruji secara akurat sehingga bisa aja berpotensi menimbulkan kekacauan, misalnya aja terjadi antrean puluhan kendaraan atau terjadi cekcok antara petugas pompa bensin dengan konsumen bisa aja kan terjadi…

Jadi apakah sudah tidak ada jalan lain menuju Roma…?

9 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    chocovanilla berkata,

    Februari 20, 2008 @ 7:07 am

    Hmm, aku lagi mikir gimana cara mensiasatinya ya, biar bisa beli bensin banyakan. Maklum, marketing jalan mulu, klo dibatasi bensinnya musti naek apa dong? Naik delman aja, yuuuk…

  2. 2

    asep berkata,

    Februari 20, 2008 @ 7:19 am

    yah emang sulit.. setiap ada masalah pasti beban akhir ditanggung masyarakat, padahal awal permaslahan dimulai dari kebijakan2 mereka yg nota bene orang pinter (semoga pinter beneran)..
    kartu pinter semoga bener2 pinter mengatasi masalah bukani pinter untuk cari alasan pembenaran.. he..he..
    kayaknya kebijakan ini mungkin klo berlaku cuma sesaat kan bentar lagi pemilu, trus klo ganti pemimpin seperti yg sudah2 kan ganti aturan.. bukan begitu

  3. 3

    dhega berkata,

    Februari 21, 2008 @ 8:23 am

    Yang smart itu yang bikin n yang pake, klo kartunya sih benda mati, smartcard sebenarnya hanya memori card yang bisa diprogram, kelebihannya dia bisa diprogram seperti sebuah EPROM, dalam smart card terdapat fasilitas authentikasi sehingga lebih secure. aq pernah pake ACOS1 untuk transaksi (program buatan sendiri) kantin, absen, dan registrasi. Perlu bahasa tertentu untuk mengakses data smartcard. Jadi yang smart bukan kartunya, tapi yang bikin, yang bikin program, sama yang pake, he..he.. gtu kalee… Btw salam kenal ya.. :D

  4. 4

    hutriest berkata,

    Februari 21, 2008 @ 6:05 pm

    SBY itu orangnya suka ‘bermain save’, jadi tergambar dari pemerintahannya, pengennya save aja, ga mau repot mikir, yang penting statistik-statistik indikator kesuksesan pemerintahan tercapai, ga peduli yang dibawah mpot-mpotan. kalau katanya tiap kenaikan $10 BBM subsidi nambah sekian triliun semetara disisi lain pertamina juga untung sekian triliun, kenapa yang sekian triliun pertamina itu dijadiin buat nutupin subsidi, sebenarnya siapa yang bodo siy, kita apa mereka, yang pasti siy saya kali yaaa :D . Disana, pemerintah pengen nunjukin bahwa dia bisa dapetin sekian triliun, dan ga mau rugi karena subsidi, dan yaa kita-kita ini yang di gencet buat nutupin subsidi. Blum lagi efek bola salju yang ditimbulkan karena kenaikan BBM. Akh, cape dey..

    *garutgarutkepalakarenagabiasangasihkomentarserius*

  5. 5

    Ina berkata,

    Februari 22, 2008 @ 11:01 am

    suruh aja nyelesain soal itung2an mbak…kl bisa berarti si kartu itu emang pintar.
    *koment OOT

  6. 6

    Tumes_semuT berkata,

    Februari 26, 2008 @ 5:32 pm

    kalau menurut saya smart card ini terlalu berisiko bila pelaksanaannya nanti bermasalah, saya sendiri saat mendengar penjelasan tentang smart card di sebuah acara tv kok kayanya ribet banget dan bakal banyak celah untuk penyimpangan

  7. 7

    Faradina berkata,

    Maret 9, 2008 @ 12:26 pm

    Mmm.., gitu ya ceritanya. *manggut2*

  8. 8

    Myzone berkata,

    Mei 29, 2008 @ 3:29 pm

    SmartCard gak seperti namanya adalah rencana yg paling konyol dari pemerintah.

    1. Dijamin 101% akan muncul makelar2 BBM yg menjual BBM di harga tengah antara BBM subsidi dan non Subsidi. Para Angkot akan mengisi BBM lalu menjualnya ke kend pribadi..
    2. Angkot, truk, bis, dan kendaraan niaga lainnya serta spd motor juga dijatah. Banyangkan bgmn kondisi tranportasi kita saat diterapkan?
    3. Berapa jatah perhari yang ideal? Berarti tiap2 hari mesti antri? berapa pemborosan waktu yang terjadi jika semua mesti mengisi BBM tiap hari?
    4. dll ekses negatif yang timbul?

    Yang lebih efektif untuk menyiasati sisa Subsidi yang masih ditanggung pemerintah pasca kenaikan BBM ini dgn USD 120 / barrel adalah dengan memberlakukan PAJAK PROGRESIF untuk kendaraan pribadi sesuai kelas, harga dan ccnya.

    Contoh:
    Xenia Rp. 100juta, Pajak Tahunan 5%, pajak = 5juta/tahun
    Innova Rp. 200juta, pajak Tahunan 7,5%, pajak = 15juta/thn
    CRV Rp.300 juta, pajak Tahuan 10%, pajak = 30juta/tahun
    BMW Rp. 500juta, Pajak Tahuan 15%, pajak = 75juta/tahun
    dst sampai 20% untuk mobil2 dgn harga jual diatas 500juta

    Bayangkan dgn mobil pribadi sebanyak 10juta kendaraan dan rata2 pajak tahunan Rp. 10juta/tahun saja, maka pemerintah akan mendapatkan Rp. 100 TRILYUN. Uang ini dipakai untuk mensubsidi BBM buat angkot, Truk, Bis, kendaraan niaga lainnya, spd motor, Mesin perahu nelayan, mesin2 traktor petani, dsb.

    Sehingga tidak ada kenaikan BBM lagi. Jika ada pemilik kendaraan pribadi yang protes, suruh naik spd motor aja. Dah enak2 pake AC, dgr audio tape, duduk di jok kulit buaya, masih omonk gak sanggup bayar? Kebangetan.

    Dgn sistem pajak beginian, tidak akan timbul ekses negatif maupun manipulasi. Setiap yang mau memperpanjang atau mengurus STNK baru, mesti menyertakan bukti penyetoran pajak tsb ke Samsat. Penyetoran dilakukan di Bank yg ditunjuk pemerintah langsug ke rek Pemerintah. Jadi tidak bakal terjadi manipulasi.

    Anggaran 100 TRilyun tsb sebagian dapat dipakai untuk membangun prasara tranportasi massal yang nyaman, aman, dan bersih diseluruh Indonesia secara bertahap.
    Monorail? 4 Trilyuun? Maaaaah, keciiiiiiiil. Gak perlu merenggek2 ke negara lain. Ambil aja dari 100Trilyun tsb.

  9. 9

    “Smart Card” For Fuel Seen as not Smart Enough « A Simple Fun Notes berkata,

    Juni 13, 2008 @ 8:03 am

    [...] 13, 2008 · Disimpan dalam Info Melanjutkan tulisan gw tentang subject yang sama ternyata ada informasi terbaru [...]

RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda