Pernah ngalamin sakit gigi? wuihhh..ga mau lagi dan jangan sampe kejadian lagi deh.
Seperti lirik lagu “Lebih baik sakit Hati, dari pada sakit gigi ini….biarlah mengapa….” hehehe kebalik yach?
Klo udah sakit gigi baru deh inget klo kita harus ke dokter gigi, cuma kadang klo ke dokter gigi bisa mikirnya berkali-kali dibandingkan ke dokter lainnya. Takut!
Berhubung suami lg bermasalah dgn giginya, dan ga mau ke dokter gigi, katanya sih males pergi ke sana.. (males apa takut..hehe) jadi keingetan deh untuk nyari tips ga takut ke dokter gigi.
Berdasarkan apa yang gw baca, merasakan ketakutan menghadapi dokter gigi kayaknya merupakan sesuatu yang umum, cuma kebanyakan rasa takut itu katanya tidak berdasar, walaupun tidak selalu tanpa rasa sakit, bukan alasan untuk menjadi panik.. (halah).
Nah, apabila kita menjadi panik, ada tips yang bisa menenangkan diri ketika ke dokter gigi :
Buka mulut sebelum disuruh membuka lebar-lebar. Apabila takut dengan bor, tidak usah malu. Seorang dokter gigi yang baik memahami perasaan dan pikiran sang pasien. Jangan ragu untuk mencari dokter gigi yang cocok.
Minta demo. Minta kepada dokter gigi untuk menerangkan prosedur yang belum kita ketahui langkah demi langkah dan minta ia menunjukkan cara menggunakan peralatannya. Tanyakan apa yang akan dirasakan ketika prosedur itu dijalankan.
Beritahukan isyarat yang akan kita berikan. Minta kepada dokter untuk memberitahu setiap kali ia akan menekan atau menusuk, sehingga kita sempat menyiapkan diri, dan sepakati isyarat yang akan kita berikan ketika kita ingin istirahat atau berkumur dulu.
Gunakan teknik relaksasi. Cobalah bernapas dalam-dalam, konsentrasi pada pengalaman yang menyenangkan, misalnya saat berlibur di pantai atau mendengarkan musik kesukaan melalui headset untuk menenangkan.
Minta pereda nyeri lebih banyak. Apabila membutuhkan asestesi ekstra, jangan ragu untuk memintanya. Orang jarang sampai harus diberi obat penenang, tetapi dokter bisa menyediakannya apabila kita membutuhkan.
Cari pertolongan dari profesional. Apabila rasa takut kita sangat mengganggu, cari informasi tentang klinik dental phobia. Atau minta kepada dokter gigi untuk merujuk kita ke seorang psikolog yang akrab dengan masalah dental phobia.
Punya tips yang lebih jitu…?