”Cari Utanglah Sebelum Utang Itu Dilarang”

Ungkapan “Senyumlah sebelum senyum itu dilarang” kayaknya sudah familiar deh ditelinga kita, tp kalu membaca atau mendengan ungkapan “Cari utanglah Sebelum Utang Itu Dilarang” pasti kita berpikir ”kok bisa gitu???”. Wajar saja kalau komentar pertama seperti itu, karena memang sampai saat ini ada beberapa orang yang menganggap utang sebagai hal yang negatif, akan menyusahkan hidup kita dan jangan sekali-kali berutang karena nanti akan terjebak didalamnya. Mungkin seperti itu yang sering gw denger tentang utang.

Gw sengaja posting ini biar kita bisa melihat sisi lain dari utang. Ide ini muncul ketika gw baca artikel di Tabloid Kontan. Komentar gw pertama baca sih gw ngerasa artikel ini menyuruh kita untuk berhutang dan untuk yang sudah terlanjur berhutang, artikel ini memberikan suatu pembelaan atas alasan berhutang.

Bicara tentang utang yang terbayang di benak kita adalah bersenang-senang dulu lalu bersakit-sakit kemudian. Padahal dengan berutang kita juga bisa mendapatkan beberapa manfaat.

Pertama, mendapatkan harta yang seharusnya belum waktunya kita miliki
Kedua, mendapatkan harta yang seharusnya tidak mampu kita miliki.
Ketiga, menyelesaikan masalah mendesak yang seharusnya tidak bisa kita atasi.

Intinya, jika kita mampu mengelola dan menggunakan utang, ia bisa menjadi kawan yang membantu kita.

Terkadang kita tidak bisa menduga kebutuhan akan uang. Bisa di pagi buta, tengah malam, atau tanggal-tanggal tua.
Berutang mungkin sangat diperlukan guna mengatasi masalah-masalah mendesak yang kita alami. Di saat uang pribadi tidak ada dan harta tidak bisa dengan mudah dijadikan uang, utang adalah salah satu jalan penyelamat yang bisa Anda gunakan.
Jadi, tidak selamanya utang itu akan membuat Anda meriang.

Tip agar kita bisa berutang dengan tenang :
Pertama, gunakanlah utang sesuai keperluan.Berutang sih boleh saja, asalkan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang.
Gunakanlah utang tersebut sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai alat dan bukan sebagai tambahan dana. Jadi, utang baru boleh digunakan bila memang Anda merasa perlu menggunakan fasilitas tersebut.
Sebab pada dasarnya, utang adalah kewajiban yang tertunda. Jadi jangan menggunakannya dengan tidak benar. Pastikan bahwa penggunaanya sesuai dengan kebutuhannya. Jangan hanya keinginan semata.

Kedua, perhatikan angka sakti. Kalau bicara utang tanpa pakai rambu-rambu, kayaknya tidak afdol. Rumus lama yang umum masih tetap bisa digunakan.
Rumus itu adalah, pastikan seluruh cicilan utang Anda tidak mencapai 30% dari penghasilan. Bila saat ini sudah lebih, jangan menambahnya. Tapi kalau saat ini kurang bukan berarti bebas menambah tanpa perhitungan dan pertimbangan yang matang.

Ketiga, pilih tempat yang tepat, Yang sering terjadi, utang bermasalah karena kita salah memilih tempat berutang.
Keputusan untuk berutang di satu tempat harus dengan pertimbangan yang matang. Besarnya bunga, pelayanan, dan kemudahan untuk melakukan negosiasi menjadi beberapa pertimbangan yang harus Anda perhatikan. Jangan sampai hanya enak di awal tapi menjadi momok di belakang.
Walaupun bukan sarana penyelesaian masalah terbaik tapi percayalah, bila kita mampu mengelola dan menggunakan utang, ia bisa menjadi kawan yang membantu kita. Bila Anda sudah memperhitungkan dan mempertimbangkan kalau utang yang anda ambil tidak akan bermasalah di belakang hari, maka berutanglah sebelum utang itu dilarang.

Anda setuju???

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    robby berkata,

    wah bgus jga tuh pribahasanya…!klo bisa mau ni ngikutin …!lagi butuh nie…hik hik hik hik hik hik:):):)

  2. 2

    reeyo berkata,

    iya banyak yang ngomong hidup gak ada tantangan kalo ga punya utang

  3. 3

    MasGiant berkata,

    Kayak gw nih ngutang lima belas tahun, he he he belum lunas-lunas.


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda