Tas ASLI atau PALSU…..?

Sepertinya tulisan ini gw peruntukkan untuk kaum hawa deh..secara emang udah bawaannya klo perempuan itu suka shopping, mau lagi stres kek atau lagi iseng-iseng ga ada kerjaan pasti deh larinya ke shopping. Ada yang gila sepatu jadi belanja sepatu mulu, ada yang gila jam, ada yang gila tas pokonya itulah perempuan dengan segala kekurangan dan kelebihannya..hehe..

Ngomong-ngomong soal tas, kayaknya saat ini gw emang lagi gila tas..klo ke mall pasti larinya ke butik tas, ampe temen gw bilang ”lo dah ganti profesi nih jadi pemburu tas..emang dah bosen ya ma belanja sepatu…” terkadang emang kita membutuhkan sesuatu yang berbeda toh…hehe..

Awalnya sih gw ga pernah perduli ama brandednya..karena prinsip gw klo itu tas menarik dan fungsional why not gw beli..lagian dipikiran gw klo harga itu ga pernah boong..jadi klo harganya mahal pasti deh kualitasnya tinggi dan asli. Prinsip ini nancep deh di otak gw ampe baru kemaren gw kegerahan soalnya beberapa temen (yang nota bene masih awam kali ma tas-tas branded) suka nanya ini asli ga seh??..harganya emang mahal tapi asli ga seh?? Secara kayaknya banyak banget barang tiruan di indonesia…waduhh cuape dueh..
Akhirnya gw buat deh tulisan dari beberapa sumber yang khusus gw dedikasikan untuk temen gw itu..hehe..biar ga nanya-nanya lagi… Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

LAIN FASE, BEDA STRATEGI

Kalau berbicara tentang perencanaan investasi, kayaknya memang tidak dapat dipisahkan dari situasi dan gaya hidup kita saat ini. Biasanya setiap orang memiliki perilaku yang berbeda-beda. Namun, umumnya mengalami tahapan-tahapan kehidupan yang serupa sepanjang hidupnya. Apapun situasi dan kondisi hidup kita saat ini, menabung dan investasi sebaiknya menjadi bagian hidup.

Hanya ingin berbagi ilmu yang saya baca tentang perilaku tahapan-tahapan tersebut. Semoga bermanfaat.

SAAT MEMPEROLEH GAJI PERTAMA
Mulailah investasi sedini mungkin. Saat memperoleh gaji pertama cobalah membaginya menjadi 50% langsung ditabung dan 50% untuk belanja. Secara umum, dalam situasi ini, gunakan dana untuk membangun saldo dana darurat dan mulai membuat rekening investasi untuk pensiun.

SAAT KENAIKAN GAJI
Naik gaji artinya bisa meningkatkan pengeluaran? Eits, tunggu dulu! Coba periksa apakah kenaikan gaji kita lebih tinggi dari angka inflasi. Jangan sampai daya beli kita menurun akibat tingginya inflasi. Saat gaji naik, kita dapat melunasi utang kartu kredit jika ada, meningkatkan porsi rasio tabungan menuju 30% dari gaji, meningkatkan saldo dana darurat menuju angka ideal.

SAAT MENIKAH
Menikah artinya menyatukan dua kehidupan, termasuk keuangan. Untuk itu kita dan pasangan harus sepakat dalam cara pengelolaan keuangan keluarga. Periksa seberapa tinggi toleransi kita berdua terhadap risiko investasi, lalu sesuaikan portofolio investasi kita dan pasangan.
Tentukan jumlah kontribusi investasi regular setiap bulan dan tentukan alokasinya. Sesuaikan anggaran pengeluaran dan lifestyle dengan kemampuan finansial kita dan pasangan. Jangan lupa, periksa apakah proteksi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan memadai. Terakhir, tingkatkan saldo dana untuk hari tua, baik biaya hidup maupun dana kesehatan.

SAAT MEMBELI RUMAH
Membeli rumah merupakan keputusan keuangan yang besar da;am kehidupan dinansial. Pastikan kita memiliki uang muka minimal 30% dari harga beli rumah. Bila belum ada, lakukan investasi menuju target.

Tentukan cicilan kredit rumah setiap bulan maksimal 20% dari total penghasilan. Kita masih harus mencadangkan 10% untuk cicilan utang kartu kredit bila ada.

SAAT PUNYA BAYI
Kebahagiaan karena datangnya buah hati disertai dengan tanggung jawab membesarkan anak dengan baik. Idealnya, orang tua menyiapkan secara dini kebutuhan-kebutuhan pendanaan yang penting untuk setiap anak. Caranya dengan meningkatkan saldo dana darurat, memeriksa uang pertanggungan jiwa yang memadai, dan mempersiapkan dana pendidikan untuk setiap anak.

SAAT GANTI KERJA
Pastikan kita telah memiliki saldo dana darurat minimal tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Ini untuk mengantisipasi bila setelah masa percobaan, perusahaan tak meneruskan kontrak kerja. Lakukan evaluasi strategi investasi dan alokasi harta untuk mengakomodasi kenaikan gaji dan manfaat dari pekerjaan baru. Mutasikan saldo dana pensiun kita ke dana pensiun perusahaan baru. Jangan lupa juga meneruskan investasi.

SAAT PENSIUN
Saya sepakat, pensiun dapat dimulai di usia berapa saja. Beberapa orang memulai sebelum usia 55 tahun. Ada juga yang 60 tahun. Apa pun keputusan kita, setahun sebelum pensiun, periksa apakah saldo dana pensiun cukup memadai untuk menghidupi life style yang kita inginkan 20 tahun ke depan. Bila tidak, coba sesuaikan life style kita dengan saldo dana yang masa pensiun.
Pelajari dampak apabila kita mengambil seluruh saldo dana pensiun yang tersedia atau melakukan mutasi ke sebuah anuitas. Ingatlah, saldo yang tersedia harus dikelola untuk memberikan penghasilan pensiun rutin dan juga kemungkinan peningkatan nilai investasi untuk mengalahkan inflasi.
Tak ada salahnya, meminta bantuan perencana keuangan untuk melalui tiap milestone kehidupan kita.

Komentar (3) »

MENCIPTAKAN GENERASI SNOB

Generasi snob? Ya..generasi yang suka membanggakan diri. Generasi yang biasanya berasal dari anak-anak golongan menengah yang melulu ingin hidup dengan gaya hidup tinggi. Mengapa bisa timbul generasi ini???

Tanpa kita sadari, kita, para orang tua terkadang lupa untuk mendidik anak berkenalan dengan uang. Kadang saking cintanya pada anak kita lalai mengajarkan makna uang. Demi melihat anak gembira, kita rela mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya dan lupa konsekuensi panjang setelahnya. Dan tanpa kita sadari akhirnya kita menciptakan generasi snob.

Coba kita perhatikan bagaimana anak-anak kita menceritakan tentang rekreasi dan makanan kesenangannya kepada teman sebayanya. Cukup mengejutkan, ternyata mereka fasih membahas liburan ke Bali, Singapura dan Hongkong!. Saat membicarakan makanan dan minuman kesukaan pun mereka bisa menyebutkan makanan pizza, sushi, fish and chips dan milkshake. Darimana mereka mendapatkan daftar itu, dari kita sebagai orang tua, tentu saja.

Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kebiasaan orang tua biasanya dicontoh oleh anak. Saya sadar betul bahwa kita sangat suka kemudahan, kita menjadi generasi “serba hambur”. Karena sudah merasa bekerja keras, kita tentunya ingin menikmati hasilnya. Makan di luar rumah dan liburan mahal tak ragu kita jalani. Tanpa kita sadari, anak-anakpun terlibat dalam gaya hidup ini. Padahal kalau kita telaah, generasi sebelum kita adalah generasi penabung. Ciri menabung hampir punah digenerasi kita. Maka yang perlu kita khawatirkan adalah generasi berikut yang mencontoh sifat hambur. Jangan sampai mereka menjadi para snob kecil.

Berikut tips dari Ligwina poerwohananto, CEO Quantum Magna Financial.

CARI TITIK SEIMBANG

Apakah tidak boleh menikmati uang? Tentu saja boleh, tapi sudah waktunya mencari titik seimbang. Seorang anak yang terus dicekoki mall ber-AC akan kesulitan makan di warung. Jika khawatir anak terlalu kecil makan di warung, paling tidak kita perlu mengimbanginya dengan variasi tempat makanan yang ada di mall. Restoran mahal banyak, tapi pilihan makanan di foodcourt juga banyak. Variasi dari berbagai pengalaman akan membuat anak-anak kita terhindar dari kemungkinan jadi seorang snob.

Titik seimbang ini juga penting ketika mencari tempat berlibur.

MEMBIAYAI LIFESTYLE

Point terakhir ini cukup penting. Jika kita memiliki gaya hidup mahal, tentu ada dana yang harus disiapkan untuk membiayai kehidupan ini. Mungkin kita sudah mampu membiayai hidup dengan penuh gaya. Tetapi si anak ini tidak mengerti bahwa kita memang pantas menikmati lifestyle karena telah bekerja keras untuk mencapai posisi itu sekarang.

Komentar (2) »

Curhatan lagi

Wahh…akhirnya ada kesempatan update blog gw nih.

Mungkin gw termasuk bloger yang timbul tenggelam kali ya…ato yang angin-anginan…kadang nulis kadang ga ada sama sekali tulisan yang gw buat. Sebenarnya keinginan untuk nulis sih ada ya..tapi maklum lha namanya juga kuli jadi kadang kesibukan membuat hasrat untuk nulis jadi ilang. Sedangkan gw bisa nulis cuma klo ada waktu luang di kantor doang, klo udah di rumah wahh jangan harap punya waktu diam di depan kompi untuk nulis, orang buat berleha-leha nonton tv or film aja kudu nyuri-nyuri waktu..klo Digi bobo baru deh bisa.

Digi itu karakternya kuat banget. Baru tiga tahun aja dah keliatan karakternya kayak gimana. Klo gw libur kadang gw dia setir harus ngapain aja sesuai keinginannya. Berdasarkan ilmu personality emang Digi termasuk Koleris yang kuat jadi ga jarang gw kebanting ma karakternya itu. Sedangkan gw termasuk Sanguinis-phlegmatis jadi agak sulit untuk punya sikap2 Koleris. Tapi tetep…mama ga boleh kalah ma anaknya….jadi gw terus improvement karakter gw biar lebih kuat. Kayaknya sih sikap Digi nurun dari Papanya…(Iya kan Pah…ngaku aja…hehe). Makanya papanya kadang gampang banget ngerem kelakuan tuh anak meskipun kadang gw ga tega klo udah papanya turun tangan, tapi klo ga gitu ga ada yang bikin Digi takut….

Jadi inget lagi masa-masa ketika hamil Digi.
Kata orang sih Ibu hamil suka dipengaruhi oleh si bayi yang dia kandung. Dan emang gw rasain tuh waktu hamil Digi gw ngerasa lebih berani, lebih sok tahu, pokonya banyak yang berbeda deh..termasuk postur tubuh yang udah kayak pinguin..naik 15 kilo bow…
Waktu tahu gw hamil dan agak merepotkan morning sick-nya, gw resign ga kerja kantoran, gw ambil kegiatan ngajar jadi dosen freelance untuk mahasiswa Extention perguruan tinggi negeri di Bogor. Jam terbangnya kan dari jam 18.00 s/d jam 23.00, anehnya saat itu gw ga ada tuh males2nya..meskipun gw kadang ngajar mulainya jam 9 malem..hehe kebayang nih Ibu hamil nyiksa diri amat malem2 masih keluyuran…blom lagi gw ngajar di UT yang mhsnya rata2 dah bokap2 n nyokap2..wuihhh kala itu ga ada tuh minder2nya…pede aja..trus ga ada capenya padahal namanya mhs udah berumur n ditambah ada beban kerja di kantor ya otomatis kadang kudu beberapa kali gw ulang materi yang sama. Trus pas ngadepin hari lahirnya. Karena menurut dokter panggul gw sempit ya udah deh gw diminta nentuin hari buat operasi cesar. Suami gw ambil hari Kamis tanggal 2 Juni tuh, yah ga ada pertimbangan lain sih selain hari itu tuh pas gajian suami n dia bisa ambil cuti..hehhee… Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

Mengatur Keuangan Pasca Lebaran.

Iseng-iseng gw baca sebuah tabloid eh ada artikel bagus jadi gw posting deh…

Ga sedikit orang mengalami Tongpes alias kantong kempes setelah lebaran. Padahal ketika lebaran itu kita diberi THR dari perusahaan plus ga jarang pada bulan itu juga kita dapet gaji bulanan. Namun terkadang selalu aja kejadian Tongpes ini terjadi.
Nah mudah-mudahan untuk yang suka ngalamin hal seperti itu, (termasuk gw..hehe…) setelah membaca postingan ini, taun depan ga akan kejadian deh Tongpes setelah lebaran :) Baca entri selengkapnya »

Komentar (10) »

Resensi Film ” ATONEMENT”

null

Director : Joe Wright
Writer : Christopher Hampton, based on the novel by Ian McEwan
Cast : Kiera Knightley, James McAvoy, Romola Garai, Saoirse Ronan, Brenda Blethyn, Vanessa Redgrave, Juno Temple
Tahun : 2007

Film yang berdurasi 123 menit ini menceritakan seorang bungsu dari tiga bersaudara keluarga berada di Inggris yaitu Briony Tallis (Saoirse Ronan). Sejak kecil Briony memiliki bakat sebagai sorang penulis. Cecillia (Keira Knightley), kakak Briony kuliah di Cambridge bersama Robbie Turner (james Mc. Avoy) Putra pembantu keluarga Tallis. Walaupun dari kalangan bawah, Robbie memiliki masa depan yang cerah. Dari biaya orang tua Cecillia, Robbie mampu melanjutkan pendidikannya.

Musim panas 1935, semua keluarga berkumpul di kediaman Tallis. Leon (Patrick Kennedy) kakak Briony pun mengundang Robbie untuk datang juga. Kedatangan Robbie ini sempat membuat Cecillia merasa tidak enak. Walaupun sama-sama sekolah di Cambridge, Cecillia dan Robbie tidak terlalu akrab.

Dalam acara itu sempat terjadi selisih paham antara Robbie dan Cecillia. Robbie berusaha meminta maaf dengan menulis sebuah surat kepada Cecillia. Sayangnya, yang terkirim justru surat yang berisi curahan perasaan Robbie. Robbie sebenarnya sudah lama memendam cintanya pada Cecillia. Robbie lalu menitipkan surat itu pada Briony.

Briony ternyata menaruh hati pada Robbie lalu membaca surat itu dan menerjemahkan isi surat itu sebagai ungkapan seorang maniak seks. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Resensi Film “THE MIST”

null

Director : Frank Darabont
Writer : Frank Darabont, based on the novel by Stephen King
Cast : Thomas Jane, Marcia Gay Harden, Laurie holden, Andre Braugher, Toby Jones, William Sanler, Jeffrey DeMunn, Frances Sternhagen, Alexa Davalos, Nathan Gamble, Chris Owen

Film horror yang diadaptasi dari novel karya Stephen King ini masih mengambil topik seputar monster dan keterlibatan militer. Bahkan bisa dibilang ide ceritanya ga beda-beda amat dengan film-film bergenre sama sebelumnya seperti NIGHT OF LIVING DEAD atau 30 DAYS OF NIGHT. Tapi tetep aja enak ditonton kok :)

Menurut gw, ini film menyajikan ketegangan dalam versi yang sedikit berbeda. Meskipun berkisah tentang monster namun uniknya monster itu hampir tak pernah terlihat, kecuali beberapa serangga raksasa dan lengan gurita yang muncul super guedenya tanpa terlihat wujud utuh sang gurita tersebut. Ketegangan berusaha dibangun dari kondisi psikolog beberapa orang yang saat itu sedang terjebak dalam sebuah swalayan. Dan menurut gw, para aktor dan aktris pendukung film ini cukup membawa penonton menyelami apa yg dirasakan mereka seperti ketegangan dan nuansa mencekam lewat ekspresi maupun nada bicara mereka. Dan boleh dibilang Thomas Jane bener-bener bermain apik di film ini.

Ide tidak memperlihatkan sang monster boleh dibilang cukup menarik lantaran menampilkan monsternya bisa jadi malah merusak ketegangan yang sebenarnya sudah cukup terbangun dengan aksi para pemainnya. Unsur konflik yang terjadi di antara warga yang terjebak makin menambah rumit permasalahan.

Menurut gw, terlepas dari film ini menegangkan atau tidak, film ini layak untuk ditonton meskipun disana-sini masih terlihat beberapa adegan yang sedikit terasa janggal dan tidak masuk akal.

Sebagai akhir komentar, pokonya jangan kecewa dengan endingnya. Menurut gw, endingnya diluar dugaan deh…benar-benar surprise, bikin gemezzz sekaligus kecewa “Kok bisa gitu sihhhh….” namun itulah ciri khas si Stephen King :) Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

Mensiasati Malas Menabung

Masih ingat lirik lagu anak-anak ini “bang bing bung yok kita ke bank, bang bing bung yok kita nabung…..” lirik lagu ini bukannya tanpa alasan diciptakan si pencipta lagu namun memang mengajak sedari kecil untuk menabung. Dulu waktu kecil biasanya uang yang ditabung adalah sisa dari uang jajan yang diberi oleh orang tua, nah setelah berpenghasilan tentunya uang yang ditabung adalah penghasilan kita sendiri.

Terkadang kita merasa penghasilan sudah cukup namun angka tabungan tidak bertambah? Faktanya, penghasilan yang sudah cukup bukan berarti kita bisa menabung (hehe pengalaman pribadi nih). Untuk bisa menabung kayaknya harus bisa mengubah kebiasaan yang selama ini mendarah daging, BOROS!.

Cara mengubah kebiasannya yaitu :

Pay Your Self First. Sisihkan dana untuk ditabung terlebih dulu sebelum kita membayar kebutuhan hidup lainnya.

Jadikan tabungan sebagai pos pengeluaran. Masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan sama seperti tagihan telepon, transportasi, dan makan.

Simpan uang receh. Berbelanjalah hanya dengan uang kertas. Jika kita mendapat kembalian uang logam, masukkan uang tersebut ke dalam celengan. Jika sudah penuh masukkan ke dalam rekening kita di bank.

Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan naik. Setiap kali kita mendapat bonus atau THR, sisihkan terlebih dahulu untuk menambah tabungan kita. Begitu juga ketika gaji naik, maka naikkan juga jatah setoran tabungan kita.

Miliki rekening khusus tabungan. Rekening terpisah memungkinkan dana yang terkumpul tidak terpakai untuk pengeluaran lain.

Manfaatkan fasilitas auto debet dari rekening gaji kita ke rekening tabungan. Dengan begitu kita tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk mentransfer atau pemindahbukuan.

Semoga berhasil :)

Komentar (4) »

Resensi Film “IRON MAN”

null

Director : Jon Favreau
Writer : Mark Fargus, Hawk Ostby, Matt Holloway, Stan Lee, Don Heck, Larry Lieber, Jack Kirby.
Cast : Robert Downey Jr., Terrence Howard, Jeff Bridges, Gwyneth Paltrow, Leslie Bibb, Shaun Toub, Faran tahir, Sayed Badreya, Bill Smithrovich, Clark Gregg, Tim Guinee
Tahun : 2008

Komentarnya dulu ahhh…

Kayaknya tahun ini buanyak banget film superhero yach…
Untuk film yang satu ini diangkat dari komik karya Marvel yang nota bene gw ga terlalu ngeh sama superhero yang satu ini :) tapi tetep nonton dong, soalnya ga mau ketinggalan.

Humor-humor yang terselip di beberapa adegan membuat film ini jadi enak untuk dilihat. Sayangnya angle pengambilan gambarnya biasa banget. Tidak ada kesan apapun yang terasa dari gambar-gambar yang disajikan. Jadi sayang banget deh…

Dari sisi cerita memang ga banyak yang bisa diharapkan, hampir sama deh dengan semua film bergenre ini, selalu mudah ditebak endingnya. Makanya kadang males jg klo nonton film beginian tapi buat seru-seruan sih okelah. Tapi film ini tetep ada bedanya lho.

Beruntung banget film ini didukung sama aktor dan aktris yang oke. Karena kekuatan acting Robert Downey Jr, Terrence Howard ( Si Dokter malpraktek di film “AWAKE” ), Gwyneth Paltrow, dan Jeff Bridges masih bisa membuat kita bertahan duduk menunggu film berakhir. Masing-masing tampak perfect membawakan peran mereka.

Kelebihannya lagi Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Punya PACAR di dunia CYBER….? THINK TWICE KALI YAA….

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyinggung perasaan seseorang atau membuat pusing tujuh keliling, tapi hanya sekedar tulisan yang syukur-syukur dibaca dan memberikan manfaat klo ternyata ga mohon pindah aja ke artikel sebelum atau sesudahnya ya :) .

Semua orang sudah tau kalau perkembangan tehnologi Internet memang memudahkan setiap orang untuk mencari apapun yang diinginkan, termasuk mencari jodoh. Setuju…???

Banyak orang mengenal internet dengan fasilitas email dan chatting. Melalui chatting banyak orang menemukan teman baru dan cukup menyenangkan sekali berkutat dalam dunia maya ini.

Memiliki teman yang bisa mendengarkan keluh kesah, memberi perhatian dan memahami kita memang tipe ideal untuk dijadikan kekasih yang akan menyenangkan. Kedekatan dan intensitas yang semakin sering di dunia maya ini bukan tidak mungkin akan ada kata-kata ’sayang’ ataupun ‘cinta’. Tentu saja ini bukan menjadi masalah jika kita memang berharap dia menjadi pasangan baru kita.

Tapi sebelum memasuki dan memiliki kekasih di dunia maya Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »